DPRD Ikut Bantu Pemkab Bogor Minta Jatah Vaksin ke Jabar

by -
Foto: Arifin/Metropolitan

METROPOLITAN.id – Jumlah vaksin di Kabupaten Bogor semakin menipis. Tercatat hingga hari ini, kurang lebih tersisa 2000 ampul vaksin untuk vaksinasi massal tahap ke-II.

Melihat kondisi ini, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Agus Salim mengaku akan membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) agar bisa mendapatkan jatah vaksin lagi dalam waktu dekat.

“Jadi saat Pemkab Bogor mendorong melalui Pemprov Jabar, kami akan bantu komunikasikan dengan DPRD Jabar,” kata Agus Salim, Rabu (24/3).

Meski akan mendorong percepatan pembagian vaksin untuk Kabupaten Bogor, ia memberi catatan khusus bagi Pemkab Bogor. Pemkab Bogor harus bisa melakukan vaksinasi secara terstruktur, sistematis dan masif.

Baca Juga  Prediksi PSM Vs Bali United Akan Berlangsung dengan Tempo Tinggi

Sebab menurutnya, Pemprop Jabar juga melihat wilayah mana saja yang bisa melakukan vaksinasi secara cepat, maka akan mendapatkan jatah vaksin lebih banyak.

“Jangan hanya minta tapi tidak bisa mengeksekusi. Jadi ini harus diperhatikan lagi kecepatan proses vaksinasinya, karena Pemprov Jabar juga sudah menginstruksikan melakukan vaksinasi massal agar cepat,” ungkapnya.

Agus Salim mencatat, Kabupaten Bogor sejauh ini baru mendapat sebanyak 48.230 ampul vaksin.

Dari jumlah tersebut, vaksin untuk tahap pertama diterima sebanyak 25.600 ampul dengan keterangan single dose. Sedangkan untuk tahap kedua, vaksin yang diterima oleh Pemkab Bogor sebanyak 22.630 ampul dengan keterangan multi dose.

Sebelumnya diberitakan, jumlah vaksin Covid-19 di Kabupaten Bogor sudah menipis. Bupati Bogor Ade Yasin bakal menodong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang dipimpin Ridwan Kamil.

Baca Juga  Penampakan Samsung Galaxy S8 Warna Emas

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, jumlah vaksin yang saat ini tersisa sekitar 2.000 vial. Jumlah itu rencananya bakal diberikan kepada tenaga pendidik namun diperkirakan masih kurang banyak.

“Sudah hampir habis, ada sekitar 2000, masih kurang banyak,” kata Ade Yasin kepada Metropolitan.id, Selasa (23/3).

Dengan menipisnya stok vaksin di Kabupaten Bogor, Ade Yasin mengaku akal segera meminta kembali jatah vaksin untuk warga Bumi Tegar Beriman ke Pemprov Jawa Barat.

Sejauh ini, jika melihat jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang berjumlah sekitar 6 juta jiwa, jumlah vaksin yang diberikan Pemprov Jabar masih jauh dari kata cukup. (dil/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *