Draft Rancangan Perubahan RPJMD Kota Bogor Banjir Kritikan, Atty : Harus Terukur dan Efektif

by -152 views

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyampaikan draft perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024 kepada DPRD Kota Bogor, akhir pekan lalu.

Rancangan awal itu pun jadi bulan-bulanan lantaran banjir kritikan dari dewan. Diantaranya soal penyampaian data-data yang tidak update dan sesuai dengan perubahan pasca-pandemi Covid-19.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor Sri Kusnaeni mengatakan, pihaknya akan mengkaji dan melaporkan hasil rapat kepada pimpinan DPRD terkait perubahan RPJMD.

DPRD memberikan sejumlah catatan kepada Pemkot Bogor. Salah satu yang krusial, data-data yang disajikan Pemkot Bogor rupanya dianggap tidak relevan karena dalam rancangan awal hanya sampai 2018.

“Kan harus update sesuai kondisi banyaknya perubahan akibat Covid-19. Data yang disajikan Pemkot Bogor ini tidak relevan lantaran dalam rancangan awal hanya sampai pada 2018. Sedangkan setelah covid dari 2020-2021 belum dicantumkan. Nggak relevan,” katanya.

Senada, Anggota Bapemperda DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya juga menyoroti catatan pada dasar hukum perubahan dan sejumlah poin sebagai alasan perubahan.

Pada dasarnya ia berharap ada tujuan untuk mendorong dan memberi kemajuan untuk Kota Bogor dan mampu memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, Atty juga meminta kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya agar saat perubahan RPJMD di masa pandemi ini, Pemkot Bogor melakukannya dengan terukur dan efektif. Agar target serta visi dan misi dalam janji politik tercapai.

Baca Juga  Reses Bareng Struktur Partai, Atty Somaddikarya : Fokus Perjuangkan Hak Warga Miskin

“Perubahan RPJMD ini harus dipikirkan secara terukur dan efektif agar sisa waktu 3 tahun lebih ini bisa tercapai sesuai target visi dan misi dalam janji politik wali kota,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Ia menegaskan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 menyasar seluruh sektor. Untuk itu, Atty mengimbau agar program dalam perubahan RPJMD harus disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kita tahu Covid-19 sangat berdampak pada semua sektor dan harus fokus pada program-program yang diharmonisasikan pada kebutuhan yang tepat guna dan tepat sasaran,” jelas Atty.

Dengan berubahnya RPJMD ini, kata dia, akan merubah dan berdampak pada Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

“Dimana saya lihat dalam resume perubahan yang dipaparkan sekda dalam rapat kerja, masih memakai perda nomor 8 tahun 2011. Padahal perda terbaru dalam proses revisi yang belum dilembar daerahkan,” paparnya

Jika ini dipaksakan menggynakan perda tersebut, kata Atty, perubahan RPJMD tidak akan sinkron dalam segi pembangunan.

“Jika ini dipaksakan dengan perda nomor 8 tahun 2011, tidak akan sinkron dan tidak akan nyambung dengam tujuan perubahan RPJMD dlm hal pembangunan,” cetusnya.

“Kita juga melihat selama ini banyak zonasi, site plan tata ruang yang berubah dan beralih fungsi. Terlebih jika Pemkot Bogor akan menjadikan kawasan Bogor Raya dari wilayah pemukiman menjadi wilayah kormersil di kemudian hari,” imbuh dia.

Baca Juga  Pandemi Corona, Atty Bagikan Ribuan Dus Mie Instan Bantu Ringankan Beban Warga

Usulan perubahan RPJMD ini dibahas perdana oleh Bapemperda yang hasilnya akan disampaikan kepada pimpinan DPRD Kota Bogor, untuk kemudian dibahas dalam Badan Musyawarah (Banmus)

“Jika apa yang menjadi koreksi dan saran di raker Bapemperda tidak dilengkapi berdasarkan data terbaru yang diminta, apakah akan diterima atau ditolak perubahan RPJMD tersebut, kita menunggu keputusan di Banmus,” tegas Atty.

Hal itu pun ditanggapi Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Rudy Mashudi.

“Kemarin itu over view dulu rancangan awal RPJMD, dan dipimpin langsung oleh Sekda, polanya itu sebagaimana diatur Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Republik Indonesia (RI) Nomor 86 Tahun 2017,” katanya.

Dalam Permendagri, rancangan awal RPJMD harus mendapat persetujuan dari PDRD terlebih dahulu. Sebelum, kemudian dilanjut ke Provinsi Jawa Barat dan pada rancangan akhir nanti dibuatkan naskah akademisnya.

“Dari 700 halaman draf awal, kan ngak mungkin kami sampaikan semua. Jadi dilakukan proses over view, kira-kira mana saja yang diubah itu yang disampaikan,” katanya.

Meski demikian, dirinya belum mengetahui sikap DPRD Kota Bogor seperti apa kaitan revisi RPJMD tersebut. Akan tetapi, dasar pengajuanya kan sudah jelas pertama karena adanya perubahan kebijakan, kedua karena bencana alam dan non alam.
Menurutnya, kondisi Perda RPJMD Kota Bogor ditetapkan 2019-2024, kemudian secara kebijakan juga sudah banyak kebijakan pusat yang berubah.

Baca Juga  Atty Somaddikarya Tegaskan Anggota Dewan Adalah Pelayan Rakyat

“RPJMN sendiri ditetapkan tahun 2020, untuk mengharmonisasi dan mensinkronisasi perlu melakukan perubahan kebijakan,” ujar Rudi.

Apalagi pada Maret 2020, dihantam badai pandemi Covid-19 yang memberikan gambaran kaitan pelaksanaan pekerjaan yang direfocusing. Sehingga, diperlukan reformulasi sejumlah indikator-indikator yang telah ditetapkan dalam Perda RPJMD saat ini.

“Kami mengajukan ini sebagai usulan pemerintah melakukan peninjuaan ulang,” katanya.

Indikator makro yakni laju pertumbuhan ekonomi (LPE) pada tataran daerah dan pemerintah pusat ditetapkan pada angka 5-6 persen. Namun, faktanya pada tataran nasional minus termasuk Kota Bogor.

“Pada kuartal tiga, LPE Kota Bogor menginjal -3 persen,” paparnya.

Kedua, indikator krusial lainnya yakni kemiskinan yang ditargetkan menurun pada tahun 2020, tetapi setelah pandemi naik.

“Angka kemiskinan jadi 6 persen lebih, padahal sebelumnya sudah 5 persen. Angka pengangguran terbuka, untuk angka baseline 9 persen sekarang naik jadi 12 persen, kabupaten saja 14 persen,” tambahnya.

Dengan begitu, Pemkot Bogor harus mereforumulasi isu strategis dimana untuk mengantisipasi program yang mengharuskan adaptasi kebiasaan baru (AKB) baik sektor kesehatan, pendidikan, maupun sisi lainnya.

“Dan itu yang dimasukan. Adapun penyajian data, ya kita akui harus update tapi itu bukan satu-satunya,” tukasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *