Iuran BPJS Kelas III nggak Jadi Naik

by -

METROPOLITAN – Kabar gembira datang bagi para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pemerin­tah memutuskan iuran yang harus ditang­gung peserta kelas III tidak jadi naik di 2021. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Jaminan Kesehatan Nasional (DJSN), Tubagus Achmad Choesni.

”Untuk mempertimbangkan relaksasi PBPU dan BP Kelas III, kami telah melakukan koordinasi. Pemerintah tetap merujuk pada regulasi yang berlaku saat ini. Jadi seperti yang tercantum dalam Per­pres,” kata Tubagus dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu (17/3).

Ia menambahkan, hal ini merupakan tindak lanjut dari RDP yang digelar pada 24 November 2020 yang telah dibicarakan dengan Kemen­terian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Da­lam Negeri, Kementerian Sosial hingga BPJS Kesehatan.

Diberitakan sebelumnya, pe­merintah memutuskan iuran BPJS Kesehatan Kelas III un­tuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pe­kerja (BP) atau kelas man­diri bakal naik sebesar Rp9.500 per bulan. Keputusan ini akan berlaku mulai 1 Januari 2021.

Baca Juga  Ini Tiga Catatan Dewan

Kenaikan iuran ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) 64/2020, di mana pemerintah memutuskan mengurangi bantuan iuran tiap peserta BPJS Kesehatan Kelas III PBPU dan BP hanya menjadi Rp7.000 per orang, dari sebelumnya bantuan iuran dari pemerintah sebe­sar Rp16.500 setiap bulan.

Untuk diketahui, iuran pe­serta BPJS Kelas III PBPU dan BP adalah sebesar Rp42.000, dengan adanya bantuan sub­sidi dari pemerintah Rp16.500, maka setiap bulan harus mem­bayar Rp25.500.

Sementara dengan adanya keputusan Perpres 64/2020, maka peserta BPJS Kesehatan Kelas III PBPU dan BP di 2021 harus membayarkan iuran­nya menjadi Rp35.000 per bulan atau naik Rp9.500. Namun, dengan kebijakan yang baru ini, iuran yang harus dikeluarkan peserta tetap sebesar Rp25.500 per bulan.(mi/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *