Jonggol Jadi Jalan Maling Motor

by -

Tingkat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Bogor masih tinggi. Terbukti dengan masih banyaknya warga yang kehilangan motor. Dari hasil laporan warga, Polres Bogor berhasil membongkar sindikat curanmor Cianjur yang beraksi di wilayah Kabupaten Bogor.

KASAT Reskrim Polres Bo­gor AKP Handreas Adrian mengatakan, sindikat yang berhasil diungkap adalah sindikat Cianjur. Di mana sebanyak 51 unit sepeda mo­tor yang dicuri di Kabupaten Bogor dijual ke penadah di Cianjur.

Para pelaku pencurian ini menggunakan jalur Jonggol untuk membawa kendaraan hasil curiannya ke Cianjur. ”Jadi setelah dicuri, kendara­annya langsung dibawa ke Cianjur lewat jalur Jonggol,” kata Handreas saat konfe­rensi pers pengungkapan tindak curanmor, di Mako Polres Bogor, Kamis (4/3).

Dari sindikat curanmor Ci­anjur ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan lima pelaku pencurian dengan inisial AW, YP, TD, dan JS. Serta tiga penadah dengan inisial DK, KM, dan IP.

Baca Juga  2 Motor Hasanudin Raib Dalam Waktu Semalaman, Gemboknya Dibobol

Dari pengungkapan tersebut, polisi juga turut mengaman­kan tiga pucuk senjata api rakitan dengan enam butir peluru, tujuh unit handpho­ne, dua buah gagang kunci leter T, dan alat-alat pencu­rian lainnya.

Bahkan, salah satu pelaku harus mendapatkan timah panas dari aparat kepolisian karena melawan ketika dia­mankan. ”Para pelaku ini juga ada beberapa yang resi­divis dan membawa senjata, jadi mereka berani beraksi,” ujar Handreas.

Tak hanya sindikat Cianjur, Polres Bogor juga berhasil mengamankan ratusan ken­daraan hasil curanmor pada Februari silam. Mereka bia­sanya kerap beroperasi di wilayah Cibinong, Citeureup, dan kecamatan lainnya yang ramai dan berada di perba­tasan.

Kapolres Bogor AKBP Harun menerangkan, terungkapnya kasus curanmor ini berawal atas adanya 90 laporan polisi yang ditangani Satuan Reskrim Polres Bogor sejak 22 Febru­ari hingga 3 Maret.

Baca Juga  Sempat Kejar-kejaran, Maling Motor Babak Belur Dihajar Warga

”Dari sepuluh hari operasi, kami berhasil mengamankan 60 pelaku, dan tujuh di anta­ranya merupakan hasil pen­gungkapan dari jajaran Satre­skrim Polres Bogor dan 53 hasil pengungkapan Unit Reskrim di polsek se-Bogor,” kata Harun kepada Metropo­litan.id, Kamis (4/3).

Harun menerangkan barang bukti yang berhasil diamankan pihaknya ada 114 kendaraan roda dua, sembilan kendar­aan roda empat, dan satu kendaraan roda enam (truk, red).

Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang merasa ke­hilangan motor agar datang ke Polres Bogor atau meng­hubungi pihak kepolisian agar kendaraannya bisa diambil kembali.

”Jadi warga yang merasa kehilangan motor di wilayah Bogor bisa datang ke polres atau menghubungi kepoli­sian, dengan membawa buk­ti tanda kepemilikan motornya agar bisa diproses,” imbaunya.

Baca Juga  Pagi-pagi Maling Motor, Warga Rumpin Ditangkap

Di sisi lain, jelasnya, sepeda motor Honda Beat menjadi salah satu kendaraan yang paling banyak dijadikan sa­saran pencurian. ”Memang banyak itu (Beat, red). Tapi kan ini tergantung demand (permintaan, red),” ungkap Handreas.

Atas perbuatannya, tambah Handreas, para pelaku dikena­kan pasal yang berbeda-beda. Untuk pelaku pencurian di­kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun kurungan, perampasan di­kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman empat tahun kurungan.

Sedangkan untuk penadah dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun kurungan dan penadah yang menjadikan mata pencaha­rian dikenakan Pasal 481 KUHP dengan ancaman ku­rungan tujuh tahun penjara. (dil/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.