Kader PKK Diajak Dukung Banggakencana

by -

METROPOLITAN – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat (Jabar) bekerja sama dengan pihak Pemerin­tah Daerah Provinsi Jawa Barat guna menyukseskan program Pembangunan Kelu­arga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bang­gakencana) milik Badan Ke­pendudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Ketua TP PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, Banggakencana merupakan langkah strategis untuk merangkul target sasa­ran. Utamanya generasi mi­lenial terkait pentingnya pengendalian penduduk dan program KB. Terlebih, dipre­diksi pada Sensus Penduduk 2020 Online jumlah penduduk Jabar tahun ini menembus 50 juta jiwa dan itu merupakan tantangan tersendiri.

“Saya bangga dengan BKK­BN Jabar khususnya, termasuk juga nasional, karena mereka menghadirkan sentuhan-sentuhan langsung pada tar­get sasaran dengan inovasi. Jadi muncul nama baru Bang­gakencana itu juga saya kira satu langkah yang sangat strategis sekali bagaimana kemudian masyarakat lebih mendekatkan diri kepada program-program BKKBN ini,” tutur Atalia.

Baca Juga  Jabar Masih Kurang 1.500 Posko Covid-19 Lagi

“Kami (PKK, red) yang paling dekat dengan warga, sehing­ga program dari BKKBN atau terkait dengan pengendalian penduduk dan keluarga be­rencana ini yang paling dekat adalah melalui kami di posy­andu dan juga dasawisma. Karenanya, kami bekerja sama dengan pemerintah, selama ini juga sudah sangat baik dengan kegiatan kesrak PKK KKBPK dan mungkin sekarang ada perubahan nama, tapi itu sudah kami lakukan secara bertahun-tahun sampai hari ini,” pa­parnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jabar Drs Wahidin berharap dengan dukungan penuh dari PKK, hal ini dapat mengawal proses pelaksana­annya di lapangan dari ang­gota dan kader PKK se-Jabar. “Dengan dukungan ini maka program nasional yang men­jadi perioritas ini dapat ber­jalan sesuai dengan harapan,” tandasnya. (*/feb/run)

Baca Juga  Pasirkuda Wakili Kota Bogor Lomba PKK Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published.