Kemenag Matangkan Persiapan Kirim Mahasiswa ke Timteng

by -145 views

METROPOLITAN – Direk­torat Pendidikan Tinggi Kea­gamaan Islam Ditjen Pendi­dikan Islam Kementerian Agama saat ini tengah mema­tangkan persiapan seleksi calon mahasiswa S1 (sarjana) ke Timur Tengah 2021. Salah satu bahasan yang dilakukan terkait prosedur keberangka­tan penerima beasiswa.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Suyitno, menyampaikan ba­hwa semua proses pembe­rangkatan mahasiswa ke Timur Tengah atau negara lain, teru­tama yang melibatkan Keme­nag, merupakan bentuk kerja sama antarpemerintah.

“Semua harus dilakukan dengan aturan dan regulasi yang telah diatur negara, jangan sampai ada pembe­rangkatan yang tidak sesuai prosedur lagi,” kata Suyitno.

Hadir dalam kegiatan itu, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerja Sama Nuruz­zaman, Direktur Timur Tengah dan Afrika Kementerian Luar Negeri Bagus Hendrayaning Kobarsih, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo- Mesir Bambang Suryadi, Ke­tua Pusat Bahasa PTKIN, PUSIBA dan OIAA. Hal lain yang menjadi perhatian ada­lah kriteria penerima bea­siswa. Suyitno juga meminta calon mahasiswa yang akan berangkat dipastikan memi­liki tiga syarat yang ditetapkan

Pertama, kemampuan ba­hasa yang bagus sebagai alat dalam belajar dan komuni­kasi. Kedua, kompetensi aka­demik yang kuat agar proses pembelajaran bisa selesai dengan tepat waktu. Terakhir, memiliki komitmen wawasan kebangsaan terhadap NKRI dan pemahaman Islam Wa­sathiyah.

Baca Juga  Bima Arya Ajak Mahasiswa Jadi Wirausaha

Sementara itu, Staf Khusus Menag Bidang Kerja Sama, Nuruzzaman, menyoroti pen­tingnya penerapan protokol kesehatan dalam proses se­leksi mahasiswa S1 ke Timur Tengah. Apalagi sebelumnya seleksi sempat ditunda pada 2020 lantaran pandemi Co­vid-19. ”Seleksi mahasiswa S1 ke Timur Tengah tahun ini harus dilaksanakan dengan baik sesuai protokol keseha­tan di masa pandemi Covid-19,” pesan Nuruzzaman.

Ia menuturkan, jumlah ma­hasiswa yang belajar di Mesir saat ini cukup banyak. Komit­men Kemenag salah satunya adalah bagaimana negara hadir untuk mereka yang se­dang belajar di LN khususnya di Mesir. ”Meskipun belajar dengan biaya mandiri harus menjadi perhatian serius kita untuk melakukan pem­binaan,” tuturnya.

Di tempat sama, Kasubdit Kelembagaan dan Kerja sama Direktorat Diktis, M Adib Ab­dushomad, mengungkapkan bahwa proses seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Akibat pandemi Covid-19, maka seluruh pro­ses seleksi tahun ini akan dilaksanakan secara online (computer based test/CBT).

Baca Juga  Tiga Mahasiswa Ciptakan Aplikasi Pesan Antar Makanan Sehat

“Seleksi akan dilaksanakan dua tahap yaitu CBT dan wa­wancara. Tahun ini seleksi pada tahap wawancara dengan materi hafalan Alquran, baca kitab kuning serta wawasan keislaman dan kebangsaan,” kata Adib.

Menurutnya, rencana proses pendaftaran dilaksanakan pada April 2021 dan akan diumumkan lebih lanjut melalui surat resmi.

Dalam kesempatan ini juga dihasilkan beberapa poin re­komendasi untuk perbaikan proses seleksi mahasiswa ke Timur Tengah. Selain itu, pembinaan mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri yang disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (*/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *