Kiprah Roy Sianipar, Advokat dan Ketua Umum DPP LBH 1201

by -

METROPOLITAN.id – ‘Bagiku dunia hukum sebagai ladang pengabdian sekaligus hoby. Itulah sebabnya LBH I20I kami dirikan’. Itulah ungkapan Roy Sianipar yang merupakan advokat muda yang dikenal tegas, lugas dan bertalenta. Bahkan kini ia tercatat sebagai salah satu pendiri sekaligus Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Duabelas Nol Satu (LBH – I20I).

Disamping kesehariannya tercatat sebagai salah satu pendiri sekaligus Managing Partner pada kantor hukum J.A.W.A.R.A Associates, yang namanya cukup mentereng di Kota Bogor didirikannya pada 2017 bersama rekan sejawatnya, Seorang Lulusan Magister Universitas Gajah Mada (UGM) M.S Arrijaal.

Pria yang sedang menyelesaikan Magister Hukum (S2) dengan konsentrasi hukum bisnis di Universitas Jayabaya ini menuturkan, disamping kegiatannya sehari-hari sebagai advokat ia bersama rekan-rekan memiliki rasa tanggung jawab moral serta panggilan jiwa untuk tetap dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat luas dengan layanan hukum gratis. “Karena disamping sebagai kewajiban profesi, menurutnya, ia menyadari bahwa sebagian dari rezeki yang kantornya dapatkan dari perkara komersil atau berbayar dapat kami sisihkan untuk membantu masyarakat yang butuh bantuan hukum, edukasi hukum, melalui sebuah wadah LBH – I20I ini,” kata Roy.

Ro y berharap peran aktifnya di LBH – I20I ini setidak tidaknya dapat berkontribusi nyata untuk mewujudkan nilai-nilai hukum itu sendiri seperti kepastian hukum, keadilan hukum, dan kemanfaatan hukum. Karena, lanjy Roy, negara Indonesia ini adalah negara hukum sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 3. “Oleh karena itulah pentingnya terkait pemahaman hukum menjadi isue sentral dan lini penting dalam kehidupan kita sehari hari. Maka dengan demikian, Kami sebagai bagian dari penggiat-penggiat hukum merasa memiliki tanggung jawab moral mengedukasi masyarakat luas khususnya saudara saudara kita yang belum paham hukum,” paparnmya.

Untuk LBH I20I sendiri menurut Roy, memiliki arti filosofi tertentu, yaitu berkumpulnya 12 orang penggagas dengan terlebih dahulu menghilangkan ego atau nol, kepentingan pribadi dan memiliki satu satu hoby dengan tujuan membentuk sebuah wadah sebagai ladang pengabdian di bidang hukum yaitu LBH I20I. “Kami bersyukur, sejak akhir 2020 LBH I20I telah tercatat di dokumen negara melalui pengesahan Menkumham RI,” ujarnya.

Baca Juga  Ikut Tangani Persoalan Anak, LBH 1201 Gandeng KPAID

Roy mengungkapkan rasa syukurnya kepada tuhan, meski belum terlalu lama berkecimpung di dunia Advokat, Roy dapat memiliki kesempatan bersama timnya terlibat dalam menyelesaikan berbagai perkara yang menyita perhatian publik, khususnya di Kota Bogor. “Karena kami sadar dan yakini betul atas doa dan restu orang-orang yang pernah kami bantu. Mungkin Kantor kami hingga kini mampu bertahan dan malah tanpa maksud menyombongkan diri kantor kami sedang menangani beberapa persoalan persoalan Hukum baik di Kota Bogor maupun di luar daerah,” paparnya.

“Kebetulan kantor kami berkonsentrasi dalam bidang Korporasi, Perbankan dan yang lainnya. Inilah yang menjadi tantangan tersendiri, disatu sisi kami harus mewakili korporasi yang akrab dengan komersil, namun disisi lain kami tetap komitmen menghadirkan layanan hukum gratis untuk simiskin yang termarjinalkan, Namun semua itu kami lakoni dengan berpegang pada profesionalitas, integritas dengan landasan intelektualitas serta moralitas,” sambung Roy.

Baca Juga  JADI ADVOKAT, UJANG SUJA’I TAOJIRI AMALKAN HADIS RASULULLAH BERHARAP BISA BERMANFAAT BAGI SESAMA

Dalam program kerja besar LBH I20I, Roy memiliki tiga sektor pelayanan diantaranya yakni, kajian dan pelatihan hukum. Program ini adalah sebagai bagian dari implementasi rasa tanggungjawab moral serta bagian dari upaya edukasi dengan menyelenggarakan kajian-kajian terhadap isue hukum yang patut dicermati baik lokal maupun nasional. “Kami hampir satu tahun ini telah menyelenggarakan pelatihan hukum dasar dan ketrampilan hukum dan disesuaikan dengan level tingkatannya yang dilakukan setiap hari Sabtu pukul 09.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB bertempat di Sekretariat DPP,” katanya.

Namun, Sebagai Catatan Setiap Peserta yang mengikuti pelatihan bila ingin mendapatkan sertifikat dari LBH I20I, terlebih dahulu wajib lulus ujian yang dilaksanakan oleh divisi kajian dan pelatihan yang di komandoi M.S Arrijaal, S.H.,M.H., Indra Setiawan, S.H serta rekan-rekan pengurus lainnya.

“Bersyukur hingga saat ini LBH sudah meluluskan 2 Angkatan yang isinya ada 18 orang dan saat ini sedang melaksanakan pelatihan angkatan ke-3. Dari 18 orang tersebut berasal dari beberapa Mahasisiwa dari Universitas Padjajaran, Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Pakuan, Universitas Juanda, Univ Parahyangan. Tentu kegiatan tersebut wajib menerapkan Protokol Kesehatan yang ditetapkan pemerintah”paparnya.

Baca Juga  100 Pengacara Laporkan Silfester Ke Bareskrim

Yang kedua pembelaan atau advokasi, menurut Roy terkait pembelaan sendiri LBH I20I saat ini sedang terus mendidik para calon advokat yang handal di asistensi oleh beberapa advokat yang cukup senior dibidangnya. Hal itu agar kedepan banyak advokat yang memiliki kemampuan yang mumpuni dalam layanan hukum ketika harus melalui litigasi. “Walaupun hingga hari ini LBH kita menyediakan 10 Advokat yang sudah malang melintang Berlitigasi, maka dengan demikian LBH kita tentu siap dan mampu ketika masyarakat butuh layanan hukum melalui litigasi, Bahkan kami membuka Layanan Konsultasi Hukum gratis bagi siapapun, setiap Sabtu mulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB, di sekretariat DPP LBH,” sambung Roy.

Sedangkan yang ketiga yakni, kemitraan atau kerjasama dilakukan kajian kajian hukum, pelatihan, penyuluhan, termasuk pembelaan hukum. “Namun, semua disamping program dan ikhtiar yang kami lakukan ini tentu tidak lupa memohon doa agar semuanya dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya. (*/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *