Mahasiswa Ikut Jualan Narkoba, Bandar Besar Masih Diburu

by -
Foto: Arie/MG/Metropolitan

METROPOLITAN.id – Polres Bogor meringkus 10 orang pemakai dan pengedar narkoba hasil operasi selama dua pekan lalu. Para pengedar ini berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Kini, polisi tengah memburu bandar besar yang menyuplai barang haram tersebut.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengungkapkan, 10 orang tersangka tersebut yakni inisial MS (43), HK (44), PI (31), RN (31), MR (19), AY (22), MZ (32), SA (25), WE (25) dan FK (22).

Menurutnya, para tersangka memiliki profesi beragam, mulai dari anak kuliahan, pelayan toko, hingga buruh menjadi pengedar narkoba.

Hanya saja, mereka mengedarkan barang dengan jumlah kecil. Polisi kini mengejar bandar besar pemasok barang haram tersebut yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Baca Juga  Sekdis dan Empat PNS ‘Diseret’ Penyidik

“Ada juga mahasiswa, ia mengedarkan ganja di daerah Bojonggede dengan berat 99,03 gram. Ini kami dapati saat pelaku ada di rumah di kawasan pabuaran, Bojonggede. Ia dapat barang itu dari MJ yang saat ini masih DPO,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Harun saat rilis di Mapolres Bogor, Selasa (16/3).

Sebelumnya diberitakan, satuan Reserse Narkoba Polres Bogor berhasil meringkus 10 pengedar dan pemakai narkoba. Mereka ditangkap lewat operasi selama dua pekan belakangan.

Para tersangka ini terdiri dari 4 pemakai sabu, 5 pengedar sabu dan 1 pengedar ganja.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 35,5 gram dan ganja seberat 103,17 gram dari tangan para pelaku.

Baca Juga  Belum Ada Satu Pun Bandar Narkoba di Bogor yang Berhasil Ditangkap

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, untuk pengedar dan memiliki barang lebih dari 5 gram dikenakan pasal 441 ayat 2 atau 112 ayat 2 UUD nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya, hukuman maksimal 20 tahun pernjara atau denda maksimal Rp10 miliar.

“Sedangkan untuk pemakai kita kenakan pasal 114 ayat 1 atau 112 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara atau denda maksimal Rp8 miliar,” pungkasnya. (dil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *