Mobil Tua Dilarang Masuk Jakarta Mulai 2025

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menggodok regulasi pembatasan usia ken­daraan 10 tahun di Jakarta. Aturan ini rencananya diber­lakukan secara resmi pada 2025. Polusi udara adalah masalah utama kota-kota besar di du­nia, seperti Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjadikan ma­salah ini sebagai prioritas ker­janya. Melalui Instruksi Gu­bernur DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengen­dalian Kualitas Udara, Anies memberikan beberapa in­struksi yang salah satunya pembatasan usia kendaraan.

Dalam instruksi tersebut, Anies meminta memperketat ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi. Selain itu, kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 tahun bakal di­larang beroperasi di DKI Ja­karta pada 2025.

Baca Juga  Persija Tersingkir dari Piala Presiden 2019

”Memperketat ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi mulai 2019 dan me­mastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 tahun yang dapat beroperasi pada 2025,” tulis Instruksi Gu­bernur tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Dampak Ling­kungan Hidup Dinas Ling­kungan Hidup DKI Jakarta, Yusiono Supalal, mengatakan, saat ini rencana kebijakan itu masih tahap perumusan.

”Berkaitan dengan Ingub Nomor 66 Nomor 3. Untuk pembatasan kendaraan di atas 10 tahun di tahun 2025 ini memang sedang diformulasi­kan untuk mengarah ke sana. Jadi, saat ini mungkin belum ada ketetapan secara regula­sinya,” kata Yusiono dalam konferensi virtual bersama Astra Daihatsu Motor, bebe­rapa waktu lalu.

Baca Juga  Tunggakan Pajak Rumah Mewah Di Menteng Ini Hingga Rp 200 Juta

Ke depan tidak cuma ken­daraan pribadi yang akan ter­kena aturan pembatasan usia ini. Anies juga meminta untuk memastikan tidak ada angku­tan umum berusia di atas 10 tahun dan tidak lulus uji emi­si di jalan serta menyelesaikan peremajaan angkutan umum melalui program Jak Lingko pada 2020.

Selain itu, partisipasi warga juga lebih didorong dalam pengendalian kualitas udara dengan perluasan kebijakan ganjil-genap selama musim kemarau. Tarif parkir di wi­layah yang terlayani angkutan umum massal pada 2019 akan ditingkatkan serta akan dite­rapkan kebijakan congestion pricing.

Untuk mendukung kebijakan ini, Anies mendorong peralihan ke moda transportasi umum dan meningkatkan kenyama­nan berjalan kaki melalui per­cepatan pembangunan fasili­tas pejalan kaki di 25 ruas jalan protokol arteri dan penghubung ke angkutan umum massal pada 2020. Instruksi lain ter­masuk mengoptimalisasikan penghijauan serta merintis peralihan ke energi terbarukan dan mengurangi ketergan­tungan terhadap bahan bakar fosil. (dtk/els/py)

Baca Juga  Pembangunan Gudang Diduga Bodong, Citata Jaktim Serahkan ke Satpol PP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *