Parakanmuncang Sering Digoyang Gempa, Ini Penjelasan BMKG

by -
Ilustrasi bangunan rusak akibat gempa. (Ist)

METROPOLITAN.id – Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor sering digoyang gempa. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menyebut kondisi itu disebabkan adanya aktivitas dari Sesar Citarik.

Koordinator Data dan Informasi Stasiun Geofisika Bandung, Rasmid, menerangkan, Sesar Citarik melingkupi wilayah dari Teluk Pelabuhan Ratu naik ke atas melewati Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan berujung di sekitar Bekasi.

Sesar Citarik juga merupakan salah satu sesar yang masih aktif di wilayah Jawa Barat.

“Wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor termasuk wilayah yang dilalui sesar aktif, namanya Sesar Citarik,” kata Rasmid kepada Metropolitan.id, Selasa (9/3).

Berdasarkan catatan di seismograf, pada Januari lalu terdapat tiga kali gempa yang terjadi di sekitar Desa Parakanmuncang dengan kekuatan magnitudo 2 hingga 3 dengan titik gempa yang dangkal.

Baca Juga  Pimpinan BPKAD Bogor Kosong, Ini Kata Sekda

“Gempa yang termonitor memang kecil, saat Januari ada tiga kali kejadian dengan titik dangkal,” jelasnya.

Saat ini, sebanyak 73 kepala kelurga (KK) di Kampung Cogreg RT 02/03 Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, tengah menunggu rencana relokasi pemukiman warga.

Kepala Desa Parakanmuncang, Mauludin mengatakan, wilayah Kampung Cogrek memiliki luas 1 hektare dan ditempati puluhan KK.

Lokasi kampung ini berada di bawah tebing setinggi sekitar 30 meter dan pernah terjadi longsor pada awal 2020 lalu. Saat itu, empat rumah warga rusak berat. Kondisi serupa juga terjadi di akhir Januari 2021.

“Sudah dua kali longsor. Warga merasa tak nyaman akhirnya mereka minta untuk direlokasi,” ujarnya. (dil/c/fin)

Baca Juga  Keren, Kopassus Bakal Bangun Monumen Sangkur Komando di Puncak Lalana Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published.