Pemkot Harap-harap Cemas Proyek Surken Rp31 M Belum Cair

by -115 views
MEGAH: Pemkot Bogor berencana menata kembali kawasan Suryakencana. Namun, rencana tersebut sedikit terhambat lantaran pinjaman lunak dan PEN belum bisa dicairkan.

Wacana penataan kawasan Suryakencana (Proyek Surken) rupanya terkendala banyak hal. Salah satunya soal pembiayaan. Penataan yang akan menggunakan dana pinjaman lunak Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat itu masih menunggu Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) sebelum ditenderkan.

“Pinjaman lunak PEN dari pusat untuk penataan kawasan Surken itu kita masih menunggu SIPD-nya. Jadi, kalau SIPD-nya sudah bisa diakses, ada kode rekeningnya masuk, maka baru boleh dilelangkan,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, kepada awak media, Rabu (3/3).

Tak hanya itu, pihaknya pun masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Meski hingga saat ini Pemkot Bogor melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) masih terus berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca Juga  Pengajuan PEN Ditolak, Kemenkeu hanya Restui Proyek Surken

“Kita harap sih itu secepat saja untuk menata tujuh koridor (Gang Roda) dan tiga jalan di Jalan Surken (Jalan Ranggagading, Lawangseketeng dan Pedati, red),” tutur Syarifah.

Terkait alokasi anggaran, sambung dia, tidak ada perubahan yakni Rp31 miliar yang mencakup pembangunan fisik dan konsultan pengawasan. “Anggarannya nggak berubah angkanya, karena kalau sudah tanda tangan itu sudah fiks dengan angkanya. Jadi sekarang masalah waktu saja. Angkanya Rp31 miliar. Semuanya itu dengan konsultan pengawasan,” ujar mantan kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor itu.

Sekadar diketahui, Pemkot Bogor mendapat guyuran bantuan pinjaman PEN sebesar Rp31 miliar untuk penataan kawasan Suryakencana, Bogor. Di antaranya meliputi tujuh gang dan tiga jalan di sekitar Jalan Suryakencana, Kota Bogor. Tiga jalan yakni Jalan Ranggagading, Jalan Pedati dan Jalan Lawangsaketeng nantinya bakal disulap jadi pedestrian. Padahal, saat ini masih berfungsi sebagai jalan yang dilintasi kendaraan bermotor.

Baca Juga  Proyek Surken Bikin Dewan Ngedumel

“Untuk (Jalan) Pedati dan Lawangsaketeng nanti akan sebagian pedestrian (sebagian lagi jalan). Saluran airnya juga diperbaiki. Sedangkan Jalan Ranggagading akan pedestrian semua, tidak ada lagi kendaraan lewat,” kata Kepala Bidang Pembangunan Kebinamargaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Dadan Hamdani.

Dadan menambahkan, pemkot menargetkan pekerjaan bisa dimulai pada April dengan diawali lelang konsultan yang rencananya dilakukan akhir Januari. “Mudah-mudahan akhir Januari lelang konsultan, Maret lelang pekerjaan fisik, jadi April bisa mulai pekerjaan,” ujarnya.

Sebab, tambah Dadan, proses pembangunan memakan waktu tujuh sampai delapan bulan atau ditarget beres pada November 2021. Ia mengaku pekerjaan bisa menelan waktu cukup lama lantaran rumitnya unsur arsitektur pekerjaan sesuai desain yang berbeda konsep tiap gang atau jalan yang ditata. “Jadi November selesai, Desember 2021 sudah bisa diresmikan,” papar Dadan.

Baca Juga  Pengajuan PEN Ditolak, Kemenkeu hanya Restui Proyek Surken

Secara umum, sambung Dadan, pekerjaan penataan kawasan Suryakencana bakal menelan biaya Rp31 miliar dari pinjaman pemerintah pusat melalui PT SMI itu. Terbagi atas pekerjaan fisik sebesar Rp30 miliar dan Rp1 miliar untuk pengawasan atau konsultan. (ryn/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *