PNS Bogor Tiap Hari Dipaksa Gonta-ganti Kostum

by -

METROPOLITAN – Wali Kota Bogor Bima Arya mengeluarkan Peraturan Wali (Perwali) Kota Bogor Nomor 13 Tahun 2021 Perubahan atas Perwali Kota Bogor Nomor 38 Tahun 2015 tentang Pakaian Di­nas di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Dalam aturan itu disebutkan aturan baru PNS memakai seragam PDH, smart ca­sual, pramuka, santri, linmas, hingga pakaian adat yang mulai diberlakukan pada Senin (29/3).

Aturan tersebut sesuai Peraturan Gu­bernur (Pergub) Jabar Nomor 15 Tahun 2021 tentang Perubahan Ke­dua atas Pergub Nomor 99 Tahun 2015 tentang Pakaian Dinas di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar. ­

“Pada prinsipnya menyesu­aikan yang sudah diatur dalam Pergub Jabar Nomor 15 Tahun 2021. Setelah ditetapkan akan segera disosialisasikan dan mulai diberlakukan, dan wa­jib dilaksanakan sejak dite­tapkan,” kata Kabag Organi­sasi Setda Kota Bogor, Agnes Andriani Kartikasari.

Baca Juga  Ini Formasi Loker PNS DKI buat 12.037 Orang

Dalam perwali tersebut men­gatur jenis pakaian dinas. Senin, berpakaian seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) warna khaki. Kemudian Selasa ber­pakaian smart casual, kemeja lengan panjang/pendek warna bebas tidak bercorak (pria), celana panjang atau rok warna hitam/abu-abu/biru/cokelat/ krem (wanita).

Rabu, PDH kemeja putih dengan bawahan warna gel­ap. Kamis, PDH budaya dae­rah Jawa Barat (Baju Sunda). Jumat, PDH batik dengan bawahan warna gelap. Batik ASN digunakan setiap Jumat minggu pertama mengguna­kan batik ASN.

Sedangkan untuk Hari Lin­mas 3 Maret menggunakan seragam linmas. Khusus setiap tanggal 14 diwajibkan seragam pramuka dan setiap tanggal 17 seragam Korpri.

Kemudian setiap tanggal 22 PDH bernuansa santri. Untuk pria dengan atribut dan kel­engkapan baju takwa; celana panjang berbahan kain atau sarung; peci/songkok dan sandal/sepatu; papan nama, tanda pengenal, dan atribut lainnya sesuai ketentuan pe­raturan perundang-undangan.

Baca Juga  Pisah Sambut Kepsek SDN 2 Bojongkoneng Berlangsung Haru

Sementara untuk wanita menggunakan pakaian ber­nuansa santri dengan atribut dan kelengkapan busana muslim tidak ketat/terawang dan menutup aurat; rok pan­jang berbahan kain, panjang sebatas mata kaki; jilbab; sepatu tertutup warna gelap tidak bercorak; papan nama, tanda pengenal, dan atribut lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-un­dangan. Dikecualikan bagi pegawai pria/wanita non­muslim dengan mengguna­kan pakaian bebas, rapi dan sopan.

“Wajib sesuai perwali,” ka­tanya. “Soal sanksi, saya harus tanyakan dulu. (Tapi, red) tidak ada sanksi sepeng­etahuan saya ya baik itu tidak seperti penjatuhan hukuman tersebut,” kata Kepala Bidang KIP Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor Abdul Manan Tampubolon. (vir/c/ryn/ rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *