Polisi Mulai Garap Kasus Dugaan Penggelapan Pupuk Subsidi di Sukawangi

by -

METROPOLITAN.id – Polisi mulai menggarap kasus dugaan penggelapan pupuk subsidi di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Saat ini, Satuan Reskrim Polres Bogor sedang mengumpulkan keterangan-keterangan.

“Kita sekarang masih turun ke lapangan (mengumpulkan keterangan),” kata Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Handreas Adrian, Selasa (10/3) malam.

Selain itu, proses klarifikasi juga masih dilakukan. Setelah keterangan terkumpul, Handreas mengaku akan melakukan pemanggilan ke sejumlah pihak.

“Nanti kita update perkembangannya,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah petani di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor mengeluh kartu taninya tak bisa digunakan untuk membeli pupuk. Dugaannya, ada distributor nakal yang memainkan jatah pupuk bersubsidi untuk para petani.

Keterangan dari beberapa petani di Desa Sukawangi, mereka tak bisa menggunakan kartu tani untuk menebus pupuk murah di distributor resmi. Alasannya, ketersediaan pupuk tidak ada alias kosong.

Baca Juga  30 Pemuda Bersaing Ikut Ke Luar Negeri Gratis

Akan tetapi, kartu tani ini tetap dikumpulkan didistributor. Namun setelah itu, petani tetap tak bisa memperoleh pupuk bersubsidi.

Padahal, jatah pupuk subsidi seharusnya tersedia selalu karena kuantitasnya akan mengikuti limit kartu tani. Ditambah, banyak petani tak menebus pupuk bersubsidi karena kurangnya sosialisasi dan masih ada distributor yang menjual pupuk dengan harga tinggi di luar ketentuan.

“Kalau sekarang petani sayur dan penggarap kebun pemegang kartu tani justru membeli pupuk non-subsidi ke wilayah Cianjur di luar distributor resmi. Karena di sini langka dan nganggapnya ada distributor nakal,” kata salah seorang ketua Kelompok Tani (poktan) yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, sudah banyak petani yang mengeluhkan kondisi ini. Padahal, di tengah pandemi Covid-19, keberadaan pupuk bersubsidi sangat membantu.

Baca Juga  Totalitas Dan Loyalitas

“Banyak petani mengeluhkan kesulitan mendapat pupuk bersubsidi ini. Padahal dengan kartu tani mereka berharap bisa membantu perekonomian di masa sulit ini, tapi malah justru menambah beban karena pupuk bersubsidinya malah langka,” ungkapnya.

Selain itu, beredar kabar bahwa distributor resmi yang ditunjuk untuk menyalurkan pupuk bersubsidi malah menjual sebagian besar jatah pupuk tersebut ke berbagai toko pertanian dengan harga lebih tinggi.

Bahkan, toko-toko yang menerima pupuk bersubsidi ini diyakini sudah berulang kali menerima pengiriman dari distributor nakal dengan jumlah besar. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.