Satu Pelaku Perampokan Istri Kepala Desa di Bogor Masih Buron

by -
Polisi menunjukan barang bukti dan 3 pelaku perampokan modus gembos ban di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor saat jumpa pers di Mako Polres Bogor, Rabu (31/3). (Foto: Sandika/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Polres Bogor telah meringkus 3 pelaku perampokan terhadap Silfia Maharani, istri Kepala Desa (Kades) Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Namun, masih ada satu pelaku perampok yang masih buron.

“Pelakunya ada empat, tiga sedang ditangkap dan satu masih DPO (daftar pencarian orang). Ini semua satu komplotan,” ujar┬áKapolres Bogor, AKBP Harun saat konferensi pers di Mako Polres Bogor, Rabu (31/3).

Harun menjelaskan, keempat pelaku ini memiliki peran masing-masing. Mereka melancarkan aksinya dengan mengendarai dua sepeda motor berboncengan. Pelaku yang masih buron sendiri bertugas melakukan eksekusi bersama satu temannya yang sudah ditangkap. Mulai dari menancapkan paku ke ban mobil korban hingga mengambil barang berharga dari dalam mobil.

Baca Juga  Bahaya, Dua Jembatan di Rumpin Nyaris Ambruk

“Jadi pelaku menggunakan dua motor, satu mengawasi dan satu lagi yang mengeksekusi. AN (pelaku buron) dan IR ini yang melaksanakan eksekusi, yang menaruh paku ini ke dalam ban. Kemudian setelah mobil ini berhenti, bannya kempes, IR lah yang mengambil, yang melalukan pencurian di dalam mobil tersebut,” ungkapnya.

Saat ini, Harun mengaku Polres Bogor sedang melakukan pengejaran terhadap satu pelaku yang masih buron tersebut.

Sebelumnya diberitakan, polisi berhasil meringkus 3 pelaku perampokan terhadap Silfia Maharani, istri Kepala Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Para pelaku menggunakan modus gembos ban untuk melancarkan aksinya dan berhasil membawa kabur uang senilai Rp70 juta.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, 3 tersangka tersebut yakni IR (36), is (27) dan BU (35). Mereka ditangkap di sebuah kontrakan di daerah Cibitung, Bekasi, seminggu setelah melancarkan aksinya.

Baca Juga  Acara HTI Di Sukabumi Batal Gigelar?

“Atas kasus ini kita sangkakan pasal pencurian dengan pemberatan (curat) yaitu Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” kata AKBP Harun saat konferensi pers di Mako Polres Bogor, Rabu (31/3).

Harun menceritakan, aksi perampokan ini terjadi pada 1 Maret lalu di Jalan Raya Ciangsana, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Saat itu, korban dalam perjalanan usai mengambil uang di salah satu bank di sekitar lokasi dan . Namun tiba-tiba, ban mobil yang dikendarainya kempes.

Rupanya, ban mobil korban memang sengaja digembosi pelaku. Pelaku lantas memanfaatkan kelengahan korban yang turun mengecek kondisi ban mobilnya.

“Korban saat itu sedang bersama anaknya, ibu kades ini yang nyetir, tas ada di samping kirinya. Saat dia turun (mengecek ban kempes), otomatis pintu tidak terkunci. Saat itulah pelau melakukan aksinya,” ungkapnya.

Baca Juga  Menjelang UASBN Siswa SDN Neglasari Diminta Jaga Kesehatan

Pelaku berhasil membawa kabur satu tas yang berisi uang tunai senilai Rp70 juta, satu buah telpon genggam jenis Samsung S10, jam tangan merk Samsung, buku cek dan identitas diri.

Usai kejadian tersebut, korban pun langsung melapor ke Polsek Gunungputri.

“Kalau dari keterangan pelaku baru satu kali melakukan aksinya, tapi kami masih melakukan pengembangan,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *