Sistem Tempel Masih Jadi Favorit Pengedar Narkoba - Metropolitan.id

Sistem Tempel Masih Jadi Favorit Pengedar Narkoba

by -
Kapolres Bogor, AKBP Harun (tengah) menunjukan barang bukti narkoba dan tersangka penyalahgunaan narkoba hasil pengungkapan kasus selama dua minggu di halaman Mako Polres Bogor, Selasa (16/3). (Foto: Arie/MG/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Para pengedar narkoba selalu punya cara untuk mengedarkan barang haramnya. Namun di Kabupaten Bogor, sistem tempel masih menjadi favorit para pengedar untuk bertransaksi dengan pelanggannya.

“Jadi modus operandinya, barang itu (narkoba) ditempel di pohon yang sudah ditandai,” kata Kapolres Bogor, AKBP Harun saat rilis pengungkapan kasus narkoba di Polres Bogor, Selasa (16/3).

Biasanya, pengedar akan menaruh narkoba yang dipesan pelanggannya di titik tertentu dengan ditempel. Setelah itu, pengedar akan memberi tahu lokasinya agar bisa diambil pelanggan. Transaksi yang dilakukan tidak tatap muka.

Dalam pengungkapan selama operasi dua minggu belakangan ini, Polres Bogor mengamankab 10 tersangka pemakai dan pengedar narkoba.

Baca Juga  Personel Polres Bogor Siaga Bencana

Para pengedar ini berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Kini, polisi tengah memburu bandar besar yang menyuplai barang haram tersebut.

Menurut Harun, 10 orang tersangka tersebut yakni inisial MS (43), HK (44), PI (31), RN (31), MR (19), AY (22), MZ (32), SA (25), WE (25) dan FK (22).

Para tersangka memiliki profesi beragam, mulai dari anak kuliahan, pelayan toko, hingga buruh menjadi pengedar narkoba.

Hanya saja, mereka mengedarkan barang dengan jumlah kecil. Polisi kini mengejar bandar besar pemasok barang haram tersebut yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Ada juga mahasiswa, ia mengedarkan ganja di daerah Bojonggede dengan berat 99,03 gram. Ini kami dapati saat pelaku ada di rumah di kawasan pabuaran, Bojonggede. Ia dapat barang itu dari MJ yang saat ini masih DPO,” terangnya.

Baca Juga  Penyebar Hoaks ‘Pembunuhan Massal Berkedok Virus Corona’ Ditangkap di Bogor

Sebelumnya diberitakan, satuan Reserse Narkoba Polres Bogor berhasil meringkus 10 pengedar dan pemakai narkoba. Mereka ditangkap lewat operasi selama dua pekan belakangan.

Para tersangka ini terdiri dari 4 pemakai sabu, 5 pengedar sabu dan 1 pengedar ganja.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 35,5 gram dan ganja seberat 103,17 gram dari tangan para pelaku.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, untuk pengedar dan memiliki barang lebih dari 5 gram dikenakan pasal 441 ayat 2 atau 112 ayat 2 UUD nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya, hukuman maksimal 20 tahun pernjara atau denda maksimal Rp10 miliar.

“Sedangkan untuk pemakai kita kenakan pasal 114 ayat 1 atau 112 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara atau denda maksimal Rp8 miliar,” pungkasnya. (dil/c/fin)

Baca Juga  Jefri Nichol Simpan Ganja di Dalam Kulkas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *