Tempat Nyanyi Dibuka, Sekolah Belum Tatap Muka

by -

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Bogor kembali diperpanjang dua pekan ke depan atau hingga Senin (22/3). Meski demikian, sejumlah kelonggaran diberikan.

TEMPAT bernyanyi, salah satunya. Yang sejak pandemi Covid-19 melanda belum be­roperasi, kini diizinkan di­buka. Namun, syarat utama penerapan protokol keseha­tan dan pembatasan kapasi­tas pengunjung tetap harus diterapkan.

Sementara itu, keputusan Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor yang mengizin­kan tempat bernyanyi kem­bali beroperasi tidak dibarengi kegiatan belajar mengajar di sekolah atau belajar tatap muka. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Bogor Nomor: 443/202/Kpts/Per-UU/2021.

“Arena bernyanyi, baik yang berdiri sendiri atau merupa­kan fasilitas hotel, resort, cot­tage, villa, homestay, pengi­napan, dan fasilitas tempat wisata diperbolehkan dengan jumlah pengunjung paling banyak 50 persen dari kapa­sitas dan jam operasional pukul 10:00–21:00 WIB,” kata Bupati Bogor Ade Yasin, ke­marin.

Baca Juga  Karena Belum Kerjakan PR, Bocah Mengarang Cerita Telah Diculik Saat Berangkat Ke Sekolah

“Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau online dan dapat dilakukan uji coba belajar mengajar se­cara tatap muka artau offline,” sambung perempuan yang juga ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Ia menjelaskan alasan ke­giatan belajar tatap muka belum dilaksanakan serentak dan memilih melakukan uji coba terlebih dahulu lantaran pihaknya ingin memastikan semua tenaga pendidik di Kabupaten Bogor sudah mendapatkan vaksin Co­vid-19.

Untuk itu, pihaknya sudah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidi­kan (Disdik) untuk mendata terlebih dahulu, baik guru negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Bogor. Mu­lai dari tingkat perguruan tinggi hingga pendidikan da­sar.

“Vaksinasi tenaga pendidik tanpa ada batasan guru ne­geri atau swasta. Mulai dari tingkatan universitas sampai sekolah dasar. Termasuk bagi dosen, rektor akan divak­sin,” jelas Ade Yasin.

Baca Juga  Kenapa Harus Sekolah Ibu?

Ade Yasin mengungkapkan setiap pelajar nantinya mendapat kepastian bahwa tenaga pendidiknya aman dari penularan Covid-19. Karena itu, vaksinasi dilaku­kan untuk mempersiapkan guru dan tenaga pendidik dalam pembelajaran tatap muka nantinya.

Pada Juni 2021, Ade Yasin juga akan menargetkan setiap guru dan tenaga pendidik sudah divaksin. Sehingga, pada Juli 2021, sekolah se­cara tatap muka dapat kem­bali dilakukan. “Kita semua berupaya, dan Insya Allah kegiatan belajar di sekolah secara tatap muka dapat di­realisasikan di tahun ajaran baru,” tandasnya.

Untuk diketahui, tak hanya tempat bernyanyi yang dip­erbolehkan Pemkab Bogor beroperasi. Jasa perawatan tubuh, kecantikan, dan seje­nisnya seperti panti pijat, refleksi, spa, salon, dan barber shop/cukur rambut hingga terapi, baik yang berdiri sen­diri atau merupakan fasilitas hotel, resort, cottage, villa, homestay, penginapan, dan fasilitas tempat wisata diper­bolehkan beroperasi, dengan jumlah pengunjung paling banyak 50 persen dan jam operasional pukul 10:00–21:00 WIB. (fin/rez/run)

Baca Juga  SDN Polisi 4 Jadi Sasaran Wakil Wali Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *