TNI ’Turun Tangan’ Atasi Situ Citongtut

by -131 views

METROPOLITAN – Situ Ci­tongtut di Desa Cicadas, Ke­camatan Gunungputri, Ka­bupaten Bogor, bakal dinor­malisasi. Pengerukan dilaku­kan atas kerja sama Kemen­terian PUPR bersama TNI Koman­do Daerah Militer III/Siliwangi melalui Kodim 0621/Kabu­paten Bogor.

Hal itu disampaikan Pasiter Kodim 0621/Kabupaten Bogor Kapten Inf Andika Fitriadi saat meninjau langsung Situ Ci­tongtut, akhir pekan lalu. “Ini kerja sama kementerian dengan Kodam III Siliwangi, karena perpanjangan tangan­nya kodim dan koramil, ter­masuk babinsa. Maka kami nanti yang akan melaksanakan naturalisasi,” ujar Kapten Inf Andika.

Rencananya, tutur Andika, normalisasi dilakukan antara Mei atau Juni 2021. Sebelum realisasi, pihaknya bersama Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (DPSDA) Provinsi Jawa Barat akan melakukan sosialisasi kepada warga un­tuk menyampaikan aspirasi.

Baca Juga  Inilah Daftar Kerusakan Angin Akibat Puting Beliung

Pasalnya, banyak keramba ikan milik warga yang berada di Situ Citongtut. Ia meminta semua situ yang berada di bawah DPSDA tidak boleh ada kegiatan lain selain untuk fungsinya sebagai penampung air. Ke depan, lanjut Andika, pihaknya menginginkan ada­nya kesepakatan hitam di atas putih dengan pemangku ke­bijakan di wilayah situ untuk pengelolaannya. “Jangan sam­pai pada saat dilakukan peng­erukan, normalisasi, ada per­mintaan ganti rugi dari warga. Setelah naturalisasi mau ada keramba lagi, itu tergantung desa nantinya bagaimana,” pintanya. Yang jelas, Andika meminta warga untuk dimu­dahkan dalam pelaksanaannya yang akan dilakukan selama 40 hari. Ada beberapa tahap sebelum dilakukannya nor­malisasi. Kunjungannya ber­sama tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) itu pun untuk melakukan pengukuran sebe­lum disusunnya Rencana Ang­garan Pembangunan (RAB). “Yang pasti mobilisasi alat berat akan ke sini. Setelah pengerukan pasti ada tanah yang keluar, itu nanti mungkin terjadi kendala di lapangan. Makanya kami minta koordi­nasi yang sebaik-baiknya,” harapnya.

Sebelumnya, Situ Citongtut diduga tercemar limbah pabrik yang menyebabkan ratusan ikan mati. Kepala Desa Cicadas Dian Hermawan menyebut ribuan ikan itu mengambang dan menumpuk ke permu­kaan pinggir danau yang airnya dalam kondisi keruh berwarna hitam. ”Sudah dua hari pada mabuk ikannya, sekarang mati,” terang Dian. Ia menje­laskan matinya ribuan ikan hasil sumbangan dari pemerin­tah dan pihak swasta itu di­keluhkan masyarakat sekitar lantaran menimbulkan bau tak sedap. Dian menduga ma­tinya ribuan ikan itu akibat pencemaran air danau oleh limbah berbahaya. Sebab, ke­jadian hampir serupa juga sempat terjadi pada 2020. ”Tahun lalu nggak terlalu pa­rah. Ini yang terparah banyak ikannya yang mati sama bau busuk sampai ke area permu­kiman warga,” pungkas Dian. (cok/rb/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *