Tujuh Hari, 5.250 Pekerja Ritel di Kota Bogor Disuntik Vaksin

by -
Pelaksanaan vaksinasi untuk pekerja ritel di mal BTM, Rabu (24/3). (Foto:Ryn/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih mengejar target vaksinasi bagi pekerja ritel yang ada di Kota Bogor. Sebab dari 11.300-an pekerja ritel yang sudah didaftarkan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan (Dinkes) baru memberi jatah vaksin untuk 5.250 pekerja ritel, pada vaksinasi gelombang ini. Mulai dari pengelola atau manajemen hingga karyawan.

Kepala Disperindag Kota Bogor Ganjar Gunawan mengatakan, estimasi pekerja ritel di Kota Bogor, mulai dari supermarket hingga mal, jumlahnya berkisar di angka 15 ribu orang. Sedangkan yang sudah didaftarkan ke Disperindag ada di angka 11.300-an orang.

“Itu yang sudah kirim nama dari perusahaan. Itu juga yang sudah kita daftarkan ke Dinkes. Tapi jatah kuota vaksin dari Dinkes itu baru 5.250 orang. Ini yang kita lakukan di tiga lokasi, yakni mal Boxies, BTM dan Lippo Ekalokasari. Dengan target per hari itu 750 orang divakksin, karena melihat kemampuan nakes (tenaga kesehatan, red) yang ada,” katanya saat ditemui Metropolitan.id di mal BTM, Rabu (24/3).

Baca Juga  Relawan Bentuk Sahabat Adem
Kepala Disperindag Kota Bogor Ganjar Gunawan.

Ia memerinci, proses vaksinasi di mal Boxies dan Lippo Plaza Ekalokasari selama dua hari dan tiga hari di mal BTM. Sehingga jika di estimasi, selama tujuh hari pelaksanaan vaksinasi di tiga mal, akan mencakup 5.250 pekerja ritel yang menerima vaksin. Sedangkan untuk ribuan pekerja ritel yang belum divaksin, baik nama-nama yang sudah masuk ataupun belum, akan menunggu tambahan alokasi dari Dinkes.

“Itu estimasinya selama lima hari vaksinasi di tiga mal. Nah sisanya bagaimana, ya kita menunggu jatah tambahan dari Dinkes saja. Yang jelas kita sudah minta nama (kepada pengelola ritel), itu kita daftarkan ke Dinkes,” imbuh Ganjar.

Sehingga, kata dia, pekerja ritel yang divaksin hingga saat ini memang berdasarkan pada nama yang dikirim perusahaan ritel. Ganjar juga tidak menutup kemungkinan ada warga luar Kota Bogor yang masuk vaksin dalam kategori ini.

Baca Juga  Dapat Jabatan Baru, 130 Pns Diambil Sumpah

“Kita dapat angka dari pengelola mal, jadi itu yang kita masukkan. Belum kita pilah, misalnya kalau ada warga luar (Kota Bogor), intinya kita vaksin yang bekerja disini. Kaitannya kan dengan kenyamanan mereka bekerja dan pengunjung yang masuk,” ujar mantan kepala pelaksana BPBD Kota Bogor itu.

Pekerja Industri dan Minimarket Belum Masuk Jatah Vaksin

Ganjar juga menjelaskan bahwa estimasi jumlah pekerja ritel sebanyak 15 ribuan itu, belum termasuk pekerja dalam dunia industri hingga pekerja minimarket. Tentu jika digabungkan, jumlah pekerja pada sektor yang berada dalam naungan Disperindag memang lebih besar.

“Industri belum. Sebab kita kan basisnya jumlah alokasi jatah (vaksin) dulu. Karena cuma dapat 5.250 sasaran, maka kami masukkan dulu yang pekerja ritel ini. Mereka yang sudah kirim nama-nama. Tapi memang pendataan masih terus dilakukan, baik pekerja ritel yang belum kebagian jatah, hingga dunia industri dan minimarket. Jadi ketika nanti ada jatahnya, langsung kita masukkan itu,” tutup Ganjar. (ryn)

Baca Juga  Dukungan Bima-Sopian Menguat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *