Ade Yasin Apresiasi Kiprah KSU Karya Mandiri

by -52 views

METROPOLITAN – Kebe­radaan koperasi yang mulai ditinggalkan, justru dapat memberikan solusi terhadap permasalahan ekonomi di era pandemi. Terutama dari je­ratan rentenir yang marak di tengah masyarakat. Hal ter­sebut ditegaskan Bupati Bogor, Ade Yasin, saat menghadiri silaturahmi pengurus Kope­rasi Karya Mandiri di Kantor KSU Karya Mandiri.

“Padahal di tengah pandemi, disadari ataupun tidak, jika koperasi diberdayakan se­cara konsisten, koperasi bisa menjadi angin se­gar dan solusi un­tuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkeadilan. Lalu, koperasi juga sebagai solusi daripada ibu-ibu minjam ke rentenir. Solusi yang aman, lebih baik, ada kebersamaan dan gotong-royong,” beber Ade Yasin.­

Ade Yasin menyebutkan jika meminjam uang ke rentenir, maka rentenir dengan senang hati dan pasti mencari-cari korban. Tetapi dampaknya, berutang Rp500.000 harus membayar hariannya besar. Bahkan membengkak sampai Rp5 juta. Karena tidak sanggup bayar, akhirnya terkena teror. Inilah jahatnya jeratan rentenir.

Baca Juga  Bupati Bogor Dorong Situ Dikelola BUMDes

“Justru dengan koperasi ini lebih mudah, birokrasinya tidak berbelit-belit, pinjaman tidak harus pakai agunan. Kita juga jadi anggota dan dapat menyimpan uang dengan aman. Apalagi, KSU Karya Mandiri sudah 27 tahun be­roperasi. Insya Allah sangat terpercaya,” terangnya.

Ade Yasin menambahkan, koperasi seperti ini harus ba­nyak dikembangkan di Kabu­paten Bogor. Kalau ada ham­batan administrasi dalam membentuk koperasi, asalkan memenuhi syarat dan ke­layakan akan dibantu. Pihaknya punya Dinas Koperasi dan UMKM yang tujuannya mem­bantu masyarakat yang mau bergerak di bidang koperasi.

“Koperasi adalah praktik paling nyata demokrasi da­pat bekerja dalam ruang hidup keseharian. Koperasi juga terbukti dalam setiap krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara yang kuat justru mampu berfungsi se­bagai rompi pengaman ma­syarakat ketika korporasi swasta kapitalis tumbang,” imbuhnya.

Baca Juga  Waspada, Akun Facebook Palsu Bupati Bogor Berseliweran

Sementara itu, Ketua KSU Karya Mandiri, Atty Somad­dikarya, memaparkan, kebe­radaan Koperasi KSU Karya Mandiri ini sudah sukses di Kota Bogor. Tapi ada sedikit kesulitan di Kabupaten Bogor karena budaya menabungnya belum bisa menjadi gerakan masyarakat yang bisa melawan pinjaman rentenir.

“Saya sangat peduli di Ka­bupaten Bogor banyak se­kali kaum perempuan yang memang terlibat utang se­cara instan, maka kami terus berupaya membantu. Saat ini baru ada 7 ribu anggota, 2024 di Kabupaten Bogor mudah-mudahan bisa mencapai 15 ribu anggota,” paparnya.

Atty menjelaskan, yang ha­dir dalam silaturahmi ini ada­lah pengurus, satu pengurus itu basisnya adalah RT/RW. Satu RW ini bisa memiliki ang­gota 100–250 orang. “Jadi setiap hari kerjanya door to door untuk menggerakan bu­daya menabung tapi hanya seribu rupiah. Nanti tabung­an ini bisa dibelikan sembako pada saat lebaran dibelikan daging,” terangnya.

Baca Juga  Jaja Miharja Dukung Hadist

“Jika gerakan ini terus ber­tumbuh dan dilakukan se­cara door to door, insya Allah kebiasaan pinjam ke rentenir akan bergeser, karena mereka beralih memilih budaya mena­bung. Alhamdulillah, 27 tahun kami berdiri, tidak ada satu pun anggota kami yang diru­gikan oleh koperasi,” tuntas Atty. (*/ryn/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *