Alhamdulillah… BST Tahap Empat Cair

by -
Warga menunjukan uang tunai salah satu bantuan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Sembako di Kota Bogor, Kamis (28/5). Total penyerahan bansos tunai di Kelurahan Cilendek Timur berjumlah 575 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). foto : Fadli/Metropolitan

METROPOLITAN – Penyaluran Bantuan Sosial Ter­padu (BST) tahap keempat bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Bogor mulai disalurkan.

Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan pada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Sumartini, menerangkan, penyaluran BST dilakukan sejak 11 Maret sampai 22 April. Jumlah penerima BST di Kota Bogor sendiri sebanyak 37.588 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). ”Jadi, jumlah penerima ada 37.588 KPM dan ini diluar DTKS,” katanya kepada Metropolitan, Rabu (14/4).

Masing-masing penerima bantuan, tambah Sumartini, akan mendapatkan uang tu­nai sebesar Rp300.000. Di mana setiap penerima bisa mencairkannya di kantor pos atau di kantor kelurahan masing-masing.

Sekadar diketahui, BST Ke­mensos 2021 ini pembagian­nya dibagi empat tahap. Ya­kni, penyaluran dilakukan pada Januari, April, Juli dan Oktober.

Baca Juga  Diundang Cairkan Bansos Tunai, Duit Warga Malah Dipotong, Akhirnya Lapor Polisi

Sebelumnya, sekitar 109.000 warga Kota Bogor yang ter­daftar sebagai penerima Ban­tuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemen­sos) nampaknya harus lebih bersabar. Sebab, pencairan Bansos Kemensos pada pe­riode Maret mengalami ke­terlambatan pencairan akibat terkendala proses verifikasi data yang tengah dilakukan Kemensos.

Kepala Dinas Sosial Kota Bo­gor, Fahrudin, mengatakan, dari 109.000 data yang diajukan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baru 87 persen yang sudah terverifikasi Ke­mensos. Dari 109.000 data yang diajukannya, terdiri dari 51.000 PKM penerima bansos pangan dan 58.000 PKM penerima bansos tunai. ”Dari bansos tunai Rp300.000 untuk setiap KPM dan bansos pangan se­nilai Rp200.000 untuk KPM. Semuanya masih tahap verifi­kasi di Kemensos,” katanya.

Baca Juga  Asyik… Kemensos Tambah Kuota BST Tahap Kedua

Meski dalam tahap proses validasi, masyarakat yang terdaftar sebagai KPM sudah bisa melakukan pencairan untuk bansos Maret ini, khu­susnya mereka yang datanya lolos verifikasi. ”Data yang selesai verifikasi ada sekitar 87 persen. Dari data itu ada beberapa yang sudah bisa dicairkan, walaupun belum maksimal dan belum merata semua,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, dari 51.000 PKM bansos pangan, 15.000 di an­taranya sudah melakukan pencarian. ”Kalau yang ban­sos tunai Rp300.000 juga sama, untuk Maret ini ada yang sudah bisa dicairkan. Dari 58.000 PKM, 38.000 di anta­ranya sudah bisa dicairkan,” tuturnya.

Ia juga mengaku tidak bisa berbuat banyak atas keter­lambatan pencairan bansos tersebut. Sebab, kewenangan validasi dan verifikasi data ada pada kementerian. ”Tu­gas kami hanya melakukan pendataan. Saat data masuk dan diverifikasi kementerian, kami tidak bisa berbuat ba­nyak. Jadi, kami minta masy­arakat bersabar dahulu,” ka­tanya.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Bogor Minta Pemkab Anggarkan BST

Selain itu, ia juga meminta masyarakat tenang atas keter­lambatan pencairan tersebut. Sebab, verifikasi dilakukan agar data penerima bantuan ini lebih baik untuk ke depannya. ”Kita tahu bersama masyara­kat sangat menunggu ban­tuan ini, tapi kan pemerintah juga mungkin tidak ingin salah sasaran, jadi masyarakat harap bersabar,” tutupnya. (dil/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.