Bogor Larang Itikaf di Masjid Selama Ramadan, Lansia dan Anak-anak Disarankan Tarawih di rumah

by -
Ilustrasi: Jamaah saat menjalankan ibadah salat di Masjid Baitul Faizin, Cibinong, Kabupaten Bogor. Pemkab Bogor akan mengeluarkan panduan ibadah selama Ramadan karena masih berlangsung di tengah pandemi Covid-19. (Foto:Arifin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyusun Surat Edaran (SE) soal Panduan Kegiatan Masyarakat Selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah. Salah satu poin dalam SE tersebut akan memuat larangan warga untuk itikaf di masjid dan musala karena rawan penularan Covid-19.

“Untuk masjid dan musala, kegiatan ibadah ada juga pembatasan, yaitu salat fardu dan taraweh. Kami belum membolehkan itikaf karena itikaf itu waktunya lama, lebih dari 3 jam. Sehingga ini agak rawan untuk penularan covid,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin usai rapat koordinasi kebijakan penanganan Covid-19 menghadapi Ramadan di Sekretariat Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Cibinong, Senin (12/3).

Untuk salat tarawih, masjid dan musala juga hanya boleh menampung 50 persen jamaah dari total kapasitas yang ada.

Pengelola tempat ibadah juga diminta melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan mewajibkan jamaah menggunakan masker. Masyarakat juga diminta menghindari berdiam diri lama atau berkumpul di tempat ibadah.

“Kaitan dengan ibadah seperti Salat Ied, tarawih selama Ramadan, dilakukan penyemprotan disinfektan dan juga masker dan hindari berdiam lama berkumpul di tempat ibadah. Serta mengatur rekayasa pergerakan pada fasilitas di tempat ibadah. Keluar masuknya harus dua arah. Tidak satu jalur,” ungkapnya.

Ade Yasin juga menekankan, jamaah yang datang ke tempat ibadah harus mereka yang sehat. Orang tua dan lansia tidak dianjurkan untuk tarawkh di tempat ibadah. Anak-anak juga disarankan untuk salat tarawih di rumah.

“Yang datang ke masjid adalah mereka yang sehat dan bagi ortu, lansia, apalagi komorbit, itu tidak dianjurkan untuk ke masjid untuk taraweh. Dan anak-anak sebaiknya diajak taraweh di rumah saja,” terang Ade Yasin.

Menurut Ade Yasin, SE yang akan dikeluarkan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab, SE yang lama tidak mengatur tentang salat tarawih dan kegiatan ibadah lainnya saat Ramadan.

“Di SE yang baru ini yang sedang direvisi, dan hari ini kita tetapkan, dan kemudian bisa dipedomani oleh masyarakat Kabupaten Bogor,” katanya.

Untuk itu, Ade Yasin mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusifitas dan kelancaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang masih berlaku hingga saat ini, khususnya saat Ramadan.

“Semoga masyarakat sehat, aman dan produktif, serta dalam mengahadpi situasi ini mari berpikir positif, bahu membahu, tolong menolong dan meringankan beban sesama dan memperkokoh ketakwaan dan keimanan kita dengan tetap menjalankan prokes (protokol kesehatan),” tandas Ade Yasin. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *