Bogor Leaders Talk Kikis Kaum Rebahan, Saatnya Milenial Bergerak!

by -

Kata Bung Karno, ”Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Hampir semua perubahan besar terhadap tatanan dunia dilakukan pemuda-pemuda hebat. Presiden Soekarno saja menggagas Sumpah Pemuda ketika berumur 27 tahun. Ide cemerlang dan mimpi besar dalam menghasilkan karya yang membawa kemaslahatan umat itulah yang terus dicari Bupati Bogor Ade Yasin lewat kompetisi video virtual Bogor Leaders Talk 2021.

BOGOR Leaders Talk mer­upakan ajang bertukar gaga­san dan ide brilian yang dit­ujukan bagi kaum milenial di Bumi Tegar Beriman. Me­ski perdana dilakukan, even ini sukses mendapatkan antusias dari peserta.

Adrian Triguna Prasetia salah satunya. Peserta yang masih kuliah di IPB Univer­sity ini sejak awal berseman­gat ikut kompetisi video dengan tema “Pancakarsa Dalam Ide dan Gagasan Pe­muda”. Sampai-sampai ia tak menyangka di akhir tahapan, namanya justru masuk tiga besar peserta yang idenya dianggap cemerlang oleh dewan juri dan Bupati Bogor, Ade Yasin.

Adrian mengatakan, Bogor Leaders Talk merupakan per­lombaan ide atau gagasan dari kaum muda dalam mewu­judkan Program Pancakarsa Kabupaten Bogor. “Banyak yang saya dapatkan. Mulai dari pengalaman, relasi dan keadaptifan di tengah pan­demi yang menuntut kita terus berprestasi. Selain itu, saya juga mendapatkan pengeta­huan baru yang didapat dari permasalahan kaum muda untuk menjawab era VUCA yang terjadi saat ini,” katanya.

Baca Juga  Waduh, Golkar Studi Banding Bareng Partai Komunis

Dalam ajang ini, Adrian mengangkat Program Bogor Young Talent. Program ini bertujuan mengidentifikasi bakat dan potensi milenial serta memberikan informasi-informasi yang sesuai hasil arah directionly. Menurutnya, usia muda khususnya lulusan perkuliahan merupakan peny­umbang angka pengangguran terbanyak di Indonesia.

“Maka dengan ini hadirlah Bogor Young Talent agar men­jadi ladang persemaian bibit unggul milenial dan menun­jang menjadi sociopreneur dan technopreneur dengan dua subprogram Talent Direc­tion (TD) dan I-Talent (IT),” kata Adrian optimis.

Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin, terkesan dan kagum dengan gagasan dan ide yang disampaikan peserta Bogor Leaders Talk. Ide dan gagasan yang disampaikan kaum muda dalam kompetisi me­nyampaikan aspirasi kaum milenial ini bisa menjadi bahan evaluasi dan acuan Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor dalam pembangu­nan dan menjalankan roda pemerintahan.

“Jadi, mereka tak akan sia-sia mengemukakan ide pemiki­rannya. Dengan kata lain ini adalah bentuk aspirasi pe­muda Indonesia pada umum­nya dan khususnya pemuda Kabupaten Bogor,” ujar Ade Yasin usai final Bogor Leaders Talk di auditorium Setda Ka­bupaten Bogor, Kamis (22/4).

Baca Juga  Bogor Leaders Talk, Bupati: Anak Muda Jangan Jadi Kaum Rebahan

Selain itu, Ade Yasin juga mengapresiasi terselengga­ranya Bogor Leaders Talk. Selain banyak ide dan gaga­san yang bisa dibawa pulang, acara ini diharapkan mampu melahirkan calon-calon pe­mimpin masa depan. “Ke­tika sudah punya modal percaya diri untuk menge­mukakan pendapat dan terus dikembangkan, insyaAllah pemuda-pemuda ini akan menjadi pemimpin masa depan,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan pemuda saat ini tak hanya cerdas, tapi juga punya jiwa kepemimpinan atau Leaders­ship yang baik. “Intinya, ke­pemimpinan itu dimulai dari cara kita menyampaikan pendapat dan cara kita ber­bicara. Ketika sudah punya modal percaya diri untuk mengemukakan pendapat dan terus dikembangkan, insyaAllah pemuda-pemuda ini akan menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Sebagai kaum milenial, sam­bung dia, cerdas saja tidak cukup, namun harus diimbangi kemampuan bergaul sehing­ga bisa terlihat di masyarakat. Kecerdasan harus didukung berbagai hal. Even Bogor Leaders Talk ini merupakan musrenbang kolosal dengan konsep virtual. “Apa yang disampaikan anak-anak mu­da ini kita dengar dan akan kita implementasikan ke da­lam program,” katanya.

Ade Yasin menginginkan, di masa pandemi ini jangan hanya jadi kaum rebahan. “Mudah-mudahan kegiatan ini menggugah pemuda-pemuda yang lain untuk bisa berpartisipasi di kemu­dian hari. Kalau even ini ber­jalan konsisten setiap tahun, insyaAllah akan lahir pemu­da-pemuda calon pemimpin masa depan,” harapnya.

Baca Juga  Ayo Ikuti Webinar Bogor Leaders Talk, Bahas Pemuda dan Kemajuan Bangsa dengan Pemateri Luar Biasa

Lalu, Dewan Juri Bogor Lead­ers Talk, Saepudin Muhtar, mengatakan, banyak ide-ide of the box yang diberikan dari peserta untuk pengembangan dan pembangunan Kabupaten Bogor. “Kaum muda ini tentu­nya masukan yang luar biasa untuk pemerintah daerah, karena kita harus ada tim untuk perubahan,” ujarnya.

Ia pun mengaku terkejut dengan hasil even perdana yang dinilai melebihi ekspek­tasi. “Contoh kecil dari pe­serta kaitan sampah, bagai­mana reproduksi sampah plastik dengan menukar. Di Indonesia atau di Kabupaten Bogor bagaimana sampah itu bisa di-direct tempat hy­permarket mesin pencacah­nya langsung, kemudian keluar uang dengan nilai tukar tersebut,” katanya.

Pria yang akrab disapa GU ini mengaku ada kesulitan dalam penelitian selama menjadi dewan juri lantaran ide dan gagasan dari peserta banyak yang melakukan ino­vasi terbarukan.

“Secara tidak langsung, dari even ini pemkab mem­beli ide dan gagasan anak anak muda. Karena untuk membangun Kabupaten Bo­gor tidak bisa dengan gagasan yang biasa saja. Kita harus satukan semua stakeholder pemuda, tokoh agama dan lainnya di Kabupatem Bogor,” pungkasnya. (rex/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *