Buka di Bulan Puasa, THM Didenda Rp50 Juta

by -163 views
Ilustrasi THM

METROPOLITAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor me­mastikan Tempat Hiburan Malam (THM) tidak ada yang beroperasi selama Rama­dan 1442 Hijriah. Bahkan, THM yang membandel akan dikenakan sanksi ber­upa denda senilai Rp50 juta.

Kepastian itu disampaikan langsung Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridallah. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengeluarkan surat edaran terkait tempat-tempat yang tidak boleh be­roperasi selama bulan puasa. “Dalam waktu dekat ini (surat edaran dikeluarkan, red),” tegas Agus. “Bukan cuma THM, termasuk panti pijat dan yang lainnya,” sambungnya. ­

Apabila masih ada yang me­langgar, ia mengaku pihaknya akan menerapkan sanksi se­suai Peraturan Bupati terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain itu, jika pelanggarannya masuk pera­turan daerah, pihaknya akan menambah dengan sanksi tipiring dan sidang di penga­dilan.

Baca Juga  Satpol Pp Undang 40 Kanit

“Untuk itu saya imbau ke­pada para pelaku usaha THM agar tidak beroperasi selama bulan puasa ini. Karena jika tidak mematuhi aturan yang ada, kami akan denda senilai Rp50 juta (denda maksimal, red),” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Bogor melalui Tim Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akan melakukan evaluasi ba­gaimana nasib tempat hibu­ran malam di Bulan Ramadan. Sebab, aturan beribadah di bulan puasa dan aturan PPKM dalam mencegah penyebaran Covid-19 merupakan dua hal berbeda.

Sekadar diketahui, melalui perpanjangan PPKM sejumlah tempat hiburan dari sejumlah sektor yang sebelumnya sem­pat dilarang mulai berope­rasi kembali. Di antaranya bioskop dan rumah bernyanyi atau tempat karaoke.

Di samping itu, Wakil Bu­pati Bogor Iwan Setiawan mengaku Pemkab Bogor juga belum mengeluarkan aturan dan regulasi terkait kegiatan keagamaan selama Ramadan. Di antaranya seperti salat Ta­rawih berjamaah di masjid-masjid. Pemkab Bogor mela­lui Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor nantinya bakal mem­buat keputusan tersebut sete­lah masa PPKM ke-13 habis.

Baca Juga  Maksiat di Happy Puppy

“Itu beda. Nanti kita akan evaluasi, apakah bersatu dengan PPKM atau beda. Ka­rena ini terkait ibadah, men­ghormati Bulan Suci Ramadan. Mungkin nanti khusus untuk itu edaran bupati, bukan ke­tua Satgas Covid-19 Kabupa­ten Bogor,” pungkasnya. (rex/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *