Bulan Depan Kota Bogor Gelar PTM

by -74 views

METROPOLITAN – Di balik terungkapnya seo­rang siswa SMA Leuwiliang yang terpapar virus corona dan sempat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM), tidak menyurutkan Kota Bogor mem­buka kegiatan belajar di kelas. Rencananya, Kota Hujan akan melakukan uji coba PTM pada Mei mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Hanafi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan survei ke lapangan terkait PTM yang rencananya akan diu­jicobakan pada Mei 2021.

”Selain persiapan protokol kesehatan, izin orang tua juga diperlukan sebelum melaksanakan PTM nanti. Setelah melakukan survei dan persiapan teknis, Disdik Kota Bogor akan melakukan konsolidasi ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Hana­fi.­

Salah satunya berkoordi­nasi dengan Dewan Pendidi­kan (Wandik), Dinas Keseha­tan (Dinkes), Satgas Covid-19, Satpol PP, PGRI, termasuk Kantor Cabang Dinas (KCD) Jawa Barat yang membawahi SMA dan SMK.

Hanafi mengaku rencananya uji coba PTM di Kota Bogor akan dilaksanakan pada Mei nanti. Hanya saja tanggal dan skema dari uji coba PTM ter­sebut belum ditentukan. “Gambaran saya uji coba PTM sekitar Bulan Mei nanti, tapi tanggalnya belum ditentukan. Kita akan fokus dulu persiapan secara teknis, setelah itu baru kita koordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” terangnya.

Baca Juga  Sinergikan Program Perlindungan Anak, DPMPPA Gelar Rakor

Selain persiapan dari pihak sekolah, Pemkot Bogor juga tengah fokus melakukan vaksi­nasi terhadap guru-guru di Kota Bogor. Hanafi mema­parkan, dari target sasaran 7.551 tenaga pendidik dan 5.000 komponen sekolah yang harus divaksin, masih ada sekitar 1.700 orang yang belum divaksin.

Ia menargetkan vaksinasi untuk guru di Kota Bogor da­pat selesai pada Jumat (9/4). Mengingat saat ini program vaksinasi untuk guru sedang digenjot Pemkot Bogor sejak awal April. ”Semoga saja se­muanya bisa lancar sesuai harapan kita semua,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Wandik Kota Bogor Deddy Djumiawan Karyadi mewan­ti-wanti Pemkot Bogor agar tidak sembarangan meng­gelar uji coba PTM pada Mei mendatang. Sebaiknya, se­belum Satgas Covid-19 Kota Bogor memberikan izin un­tuk pelaksanaan PTM bagi sekolah yang sudah siap, harus ada model pembela­jarannya yang mutlak, se­perti merumuskan pemba­gian sif setiap siswa yang masuk pada pembelajaran di jam yang sama. ”Jangan sampai terjadi klaster atau penyebaran Covid-19 saat melakukan pembelajaran. Jadi semuanya harus disiap­kan secara matang,” katanya.

Baca Juga  Pegawai Dishub Siap Meriahkan Fun Walk

Bukan hanya terancam ter­jadinya penyebaran saat di­berlakukannya PTM, potensi penyebaran di angkutan umum juga harus diwaspadai. Sebab, menurut Deddy, tidak semua siswa bisa diantar dan dijem­put orang tuanya saat PTM kembali digelar. ”Ini kan untuk meminimalisasi potensi anak-anak bertemu orang lain. Ha­rus diperhatikan ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, sesuai Su­rat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang memba­has PTM, jumlah siswa yang boleh melaksanakan kegiatan belajar di sekolah hanya se­banyak 30 persen. Selain itu, ekstrakurikuler dan kantin tidak diperkenankan berope­rasi. (bs/dil/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *