BUMD se- Kota Bogor Setor Keuntungan Rp31,9 M, Setoran Pasar Pakuan Jaya Paling Minim

by -
Kepala Bapenda Kota Bogor Deni Hendana. (Ist)

METROPOLITAN.id – Dampak dari pandemi Covid-19 terhadap sektor ekonomi nyatanya tidak terlalu berpengaruh terhadap pembagian laba (deviden) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Deni Hendana mengungkapkan, pada 2020 lalu, dari empat BUMD yang beroperasi di Kota Bogor menyumbangkan deviden sebesar Rp31,9 miliar.

“Bagi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, bagian laba agas penyertaan modal pada BUMD tahun 2020 dari target Rp33,5 miliar, yang terealisasi Rp31,9 miliar atau 95,25 persen,” ungkap Deni kepada Metropolitan.id, Kamis (15/4).

Meski tidak memenuhi target, Deni mengatakan bahwa deviden dari BUMD ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Di mana pada 2019, deviden yang diberikan oleh BUMD Kota Bogor sebesar Rp28,24 miliar.

Baca Juga  Kejari Pelototi Bangunan Serbaguna Ambruk di Pasirmulya Bogor

“Jadi memang ada kenaikan dari 2019 ke 2020 sebesar Rp3 miliar,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Bapenda Kota Bogor Lia Kania Dewi menjabarkan, dari deviden yang disumbangkan, Perumda Tirta Pakuan menempati urutan pertama dengan realisasi deviden sebesar Rp22,9 miliar atau 100 persen.

Lalu di urutan kedua ada BJB dengan realisasi deviden sebesar Rp4,3 miliar atau 98,31 persen dan di urutan ketiga ada Perumda Bank Kota Bogor dengan realisasi deviden sebesar Rp4,4 miliar atau 89,92 persen.

“Untuk Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), realisasi deviden di 2020 sebesar Rp175 juta atau 14,71 persen dari target Rp1,1 miliar,” pungkasnya.(dil/c/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *