Dewan Minta Pelajar Diangkut Kendaraan Khusus selama PTM

by -40 views

METROPOLITAN – Empat hari jelang berakhirnya simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor terus melakukan evaluasi.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Muad Khalim, mengungkapkan, ada beberapa catatan yang harus diperbaiki Pemkab Bogor sebelum melangsungkan PTM pada Juli. Masalah transportasi bagi siswa/i masih menjadi hal yang harus diperbaiki. Sebab, berdasarkan evaluasi simulasi PTM terbatas, banyak siswa/i yang masih menggunakan angkutan umum untuk datang ke sekolah.

Hal ini dinilai membahaya­kan siswa/i terpapar virus Covid-19 di angkutan umum. Sehingga ia mendorong pem­kab menyediakan angkutan khusus bagi siswa/i saat pelaks­anaan PTM. ”Persoalan trans­portasi siswa menjadi konsen kita juga. Kita juga mendukung untuk pengadaan moda trans­portasi khusus, selama itu untuk kebutuhan masyarakat kita tetap mendukung,” kata Muad kepada Metropolitan, Selasa (6/4).

Baca Juga  Zoom Computer Salurkan CSR

Sebelum digelarnya PTM nanti, politisi PDI-P itu juga mengaku akan meminta data vaksinasi guru. Hal ini berkaitan dengan keselama­tan siswa jelang digelarnya PTM. ”Saya pasti akan minta data sekolah mana yang te­naga pendidiknya belum mendapatkan vaksinasi dan sekolah mana yang sudah mendapatkan. Harapan saya segera mungkin sebelum Juli harus sudah divaksin,” paparnya.

Sebelumnya, sebanyak 170 sekolah di Kabupaten Bogor telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Persiapan terus dilakukan Pemkab Bogor untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di sekolah.

Pemprov Jawa Barat sen­diri mengizinkan kegiatan belajar mengajar tatap muka digelar pada Juli, dengan syarat semua guru sudah mendapatkan vaksinasi tahap pertama dan kedua.

Baca Juga  Ikhlas Beri Pendidikan Prima

Agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berjalan lancar saat diterapkan pada Juli se­suai keputusan menteri pen­didikan, Pemkab Bogor me­nargetkan 39 ribu vaksinasi untuk guru. ”Itu kita siapkan kalau PTM Juni selesai, jadi tidak ada risiko yang berat,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin, kepada Metropolitan, Selasa (6/4).

Ade Yasin menambahkan, pemberian vaksinasi untuk saat ini hanya dilakukan ber­tahap lantaran vaksin dari pemerintah pusat masih ku­rang. ”Kita ingin vaksinasi secara serentak, tapi kan vaksinnya kurang. Ini sudah dibahas vaksin dari negara sana dikirimnya secara ber­tahap juga,” sambungnya.

Pemerintah Kabupaten Bo­gor telah menerima vaksin sekitar 2.200 vaksin untuk tenaga pendidik seperti dosen dan guru.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupa­ten Bogor, Atis Tardiana, men­gatakan, berdasarkan hasil evaluasi yang berjalan selama ini belum ada kasus terkon­firmasi positif pada satuan pendidikan yang melaksana­kan uji coba PTM terbatas. “Alhamdulillah belum ada laporan terkonfirmasi positif, protokol kesehatan dijalankan dengan baik,” katanya.

Baca Juga  Korban Tawuran Tangan Putus Dirujuk ke RSCM

Meski demikian, Atis tidak menampik adanya beberapa kelonggaran dalam keten­tuan uji coba PTM terbatas ini. Di antaranya masih ada siswa yang diperbolehkan pulang dan pergi ke sekolah menggunakan angkutan umum.

Menurut Atis, hal tersebut memang sulit diatur. Sebab, tidak semua orang tua mam­pu mengantar anak-anaknya ke sekolah. Sehingga ke depan hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi. “Sedikit ada kelonggaran, murid ada yang menggunakan angkutan umum ya tidak bisa kita atur juga. Mungkin karena orang tuanya tidak mampu mengantarkan anak sampai sekolah,” terang­nya. (rex/dil/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *