Diguyur Rp55 Miliar, RSUD Beli Alkes

by -

METROPOLITAN – Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor mempertanyakan penggunaan anggaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor terkait bantuan keu­angan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) senilai Rp55 miliar. Pasalnya, dari bantuan berbentuk hibah itu, RSUD tidak membeli alat kesehatan (alkes) penunjang penanganan Covid-19.

Untuk dike­tahui, RSUD Kota Bogor sempat mendapatkan bantuan keuangan berupa hibah dari Provinsi Jabar sebesar Rp55 miliar pada tahun anggaran 2020. Uang rakyat puluhan miliar itu disebut sudah habis untuk membelanjakan 85 item alkes yang menunjang pelayanan. ­

Hal itu diungkapkan Wakil Direktur Perencanaan, SDM dan Pengembangan Bisnis pada RSUD Kota Bogor, Hery­man. “Sebanyak Rp55 miliar itu kita untuk pengadaan 85 item alkes, itu sudah semua dibelanjakan di 2020,” katanya.

Heryman menjelaskan alkes yang dibeli itu untuk menun­jang operasional rumah sakit. Di antaranya alat dokter umum, kedokteran mata, kedokteran THT, farmasi, bedah, alat ke­bidanan, dan kandungan. Lalu ada pula pengadaan untuk kedokteran penyakit dalam, pengadaan alat ilmu kesehatan anak, kedokteran syaraf, kedokteran alat jantung, dan penanganan gawat daru­rat.

Baca Juga  Hidup ‘Nyusahin’, Mati nggak Mau

Selama proses pengadaan alkes, jelasnya, tidak menemui kendala. Sebab, pihaknya melakukan pengadaan mela­lui e-katalog sesuai dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021. “Semuanya kita melalui e-katalog, sesuai Perpres Nomor 12 Tahun 2021. Alhamdulillah kita sudah diperiksa BPK dan inspektorat provinsi sudah selesai, semuanya aman tidak ada temuan,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait peng­adaan alkes untuk penanganan Covid-19, ia mengaku sudah membeli kebutuhan tersebut. Namun, ia tidak bisa menja­barkan lebih detail. Sebab, alat-alat yang dijabarkan Hery­man sebelumnya adalah alkes bukan khusus Covid-19.

“Iya itu sudah ada, seperti ventilator. Tapi kalau rincian­nya, harus dilihat lagi,” im­buhnya. “Kita juga kan be­lanja tahun 2020 berdasarkan perencanaan 2019. Nggak tahu bakal ada Covid. Alkes buat Covid tercukupi dari BTT, Kemenkes, Provinsi dll,” ujar­nya.

Baca Juga  Digetok, Warga Cibinong Kehilangan Rp250 Juta

Sementara itu, Direktur Ut­ama RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir sebelumnya pernah menyebut bahwa penggunaan bantuan untuk penanganan Covid-19 lebih diprioritaskan pihaknya. Sebab, kebutuhan alkes lain sudah lengkap.

Namun, buntut alokasi ang­garan senilai Rp55 miliar lebih banyak digunakan untuk pengadaan alkes selain penanganan Covid-19, hal itu menuai sorotan dari DPRD Kota Bogor. Selain penga­daan alkes yang tidak maksi­mal untuk penanganan Co­vid-19, para legislator juga rupanya belum mendapatkan informasi utuh terkait reali­sasi belanja alkes dari banprov Jabar itu.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Ence Setiawan pun menyayangkan pihak RSUD tidak memaksimalkan peng­adaan alkes untuk penanga­nan Covid-19. Terlebih pi­haknya saat ini belum menda­patkan info utuh terkait pengadaan alkes dari banprov tersebut.

Baca Juga  Naik Kelas Bikin Susah

“Iya, ketika bantuan untuk alkes, artinya untuk memak­simalkan pelayanan dan Ko­misi IV DPRD Kota Bogor belum dapat info utuh dari pihak rumah sakit, itu dibeli­kan apa saja atau pengadaan apa aja,” tegas Ence.

Untuk itu, dalam waktu de­kat ini pihak DPRD akan me­manggil RSUD untuk me­minta data tersebut. “Kita akan panggil lagi karena sewaktu RDP (Rapat Dengar Pendapat, red) Laporan Keterangan Per­tanggung Jawaban (LKPJ) beberapa waktu lali Dirut RSUD tidak hadir,” tandasnya. (dil/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *