Dinas PUPR Tahan Duit Kontraktor Pedestrian Pakansari

by -64 views

METROPOLITAN–Keberadaan pedestrian di Jalan Ediyoso Martadipura belakangan menjadi sorotan berbagai pihak. Selain molor, dampak lingkungan yang disebabkan pembangunan tersebut yakni banjir juga menjadi persoalan baru.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor sebagai pemilik pekerjaan pun menjadi sasaran banyak pihak. Bahkan, Dinas PUPR kembali memanggil pengembang dalam hal ini PT Vanca Utama Perkasa untuk memperbaiki sistem drainase agar tidak terjadi banjir.

Kabid Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Adriawan, mengklaim jika sistem drainase yang menjadi penyebab banjir sudah diperbaiki dan diper­lebar pengembang. ”Minggu lalu sudah diperbesar, buk­tinya kemarin dan beberapa waktu yang lalu hujan Alham­dulillah nggak banjir,” katanya kepada Metropolitan, Senin (5/4).

Baca Juga  Haduh, Jalan Menuju Stadion Pakansari Banjir Lagi, Padahal Proyek Rp23 Miliar Baru Selesai

Tidak hanya meminta peng­embang memperbaiki sistem drainase, akibat buruknya pembangunan dan terlam­batnya pembangunan, pihak Dinas PUPR masih menahan pembayaran, di mana masih ada 40 persen anggaran yang belum dibayarkan. Pembay­aran akan dilakukan setelah keluar hasil audit dari BPK perihal perhitungan denda yang harus dibayarkan peng­embang karena keterlamba­tan pembangunan. ”Denda tetap ada, nanti ada pem­bayaran yang sisanya 40 per­sen karena sekarang pem­bayaran baru 60 persen. Lagi pula sekarang dalam masa pemeliharaan 6 bulan oleh penyedia jasa,” ungkap­nya.

Buruknya pengerjaan pe­destrian, membuat anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin, angkat bi­cara. Menurutnya, banjir yang terjadi diakibatkan perenca­naan yang tidak baik oleh Dinas PUPR Kabupaten Bo­gor pada sistem drainase jalur pedestrian.

Baca Juga  Kontraktor Proyek Pedestrian Pakansari Ngaku Terlambat, Progres Baru 75 Persen

”Sebelumnya kami sudah melakukan kunjungan ke pedestrian saat proses pembangunan masih ber­langsung. Kami memang menemukan beberapa ke­janggalan. Seperti drainase yang kecil dan batas jalan yang sejajar dengan pede­strian,” jelasnya.

Nurodin mendukung betul adanya pembangunan pe­destrian ini. Akan tetapi jika pembangunan yang mengha­biskan anggaran sebesar Rp23,8 miliar itu mengaki­batkan masalah seperti ge­nangan air, itu malah mema­lukan. ”Pemkab Bogor mel­alui pedestrian ini kan tuju­annya sangat baik, menata kawasan Cibinong sebagai pusat ibu kota. Belum lagi ada objek vital yang bisa men­gundang banyak orang datang, yaitu Stadion Pakansari. Tapi kalau begini kejadiannya, jadi memalukan,”ujarnya.

Politisi PKB ini pun me­minta Dinas PUPR Kabupa­ten Bogor melakukan eva­luasi dengan baik. ”Jangan sampai niatan yang sudah baik tercederai dengan hal seperti ini,” pungkasnya.(dil/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *