DPRD Kabupaten Bogor Minta Pemkab Anggarkan BST

by -

METROPOLITAN – Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Hal itu menjadi beban sangat berat bagi masyarakat kecil atau kurang mampu. Untuk itu, DPRD Kabupaten Bogor mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menganggarkan bantuan so­sial (bansos) berbentuk ban­tuan langsung tunai.

“Kami semua sepakat bansos berlanjut, tapi dalam bentuk bantuan langsung tunai agar meminimalisasi penerima yang kurang tepat,” kata Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, dalam rapat pembaha­san penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan eko­nomi masyarakat, seluruh fraksi mendukung pemberian bansos dilanjutkan tahun ini.

Mantan ketua DPD PKS Ka­bupaten Bogor itu menging­atkan bahwa bansos Covid-19 yang diberikan Pemkab Bogor kepada masyarakat kurang mampu sudah memasuki ta­hap terakhir.

Baca Juga  3.339 Warga Parung Disawer BST Kemensos

Karena itu, DPRD Kabupaten Bogor melalui surat Nomor 170/144-DPRD 25 Januari 2021, merekomendasikan kepada Pemkab Bogor untuk tetap melanjutkan bansos Covid-19 sebagai bagian dari jaring pengaman sosial.

“Kami juga meminta pemerin­tah menetapkan standardi­sasi dan klasifikasi dalam pemberian bansos dengan menggunakan perhitungan/kajian prediksi skenario ter­buruk terhadap jumlah ma­syarakat yang terpapar Covid-19 untuk sedikitnya enam bulan ke depan,” paparnya.

Ia meminta Pemkab Bogor tidak kendur dalam menanga­ni pandemi Covid-19. Upaya pemulihan ekonomi dengan melonggarkan kebijakan Pem­berlakuan Pembatasan Ke­giatan Masyarakat (PPKM) harus diiringi langkah yang ketat untuk mencegah penu­laran virus.

“Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor wajib mempublikasi secara berkala, baik kepada kepala daerah maupun DPRD ter­kait ketersediaan sarana dan prasarana penunjang Covid-19 melalui mekanisme surat atau rapat-rapat,” pinta Agus.

Baca Juga  Tolong Pak Jokowi Proyek Harus Distop

Selain itu, ia melanjutkan, DPRD juga meminta agar din­kes menyiapkan sistem kon­sultasi digitalan para pasien Covid-19 dengan tenaga medis yang melakukan isolasi man­diri di rumah dengan gejala ringan.

“Sinkronisasi data Covid-19, baik manual maupun digital, baik dinkes, GTPPC 19, Si Te­gar, dan produk data lainnya agar memberikan kemudahan informasi kepada masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkasnya. (ps/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.