Duh, Pemkab Ribut-ribut Soal Penutupan THM saat Puasa

by -57 views
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan

Wacana penutupan tempat hiburan THM selama Ramadan di Kabupaten Bogor kini menjadi polemik. Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, angkat bicara soal wacana tersebut.

MENURUT Iwan, Pemkab Bogor belum membahas soal aturan tersebut. Jika Pemkab Bogor akan mem­berlakukan aturan tersebut, maka aturan tersebut bukan merujuk pada Pemberla­kuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tercantum dalam Keputusan Bupati Bogor Nomor: 443/215/Kpts/Per-UU/2021 tentang perpanjangan PPKM di Ka­bupaten Bogor. Namun atu­ran tersebut akan terkait kegiatan ibadah di bulan Ramadan.

“Ini harus dibedakan. Kalau PPKM kan aturannya ter­kait masalah pandemi Co­vid-19. Tapi kalau untuk menghadapi kegiatan ibadah puasa Ramadan, mungkin nanti kita akan evaluasi lagi dari bupati, bukan Satgas Covid-19,” kata Iwan, Senin (5/4).

Baca Juga  PSK Tajurhalang Pulang Kampung

Pemkab Bogor melalui Tim Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akan melakukan evaluasi bagaimana nasib tempat hi­buran malam di bulan Ra­madan. Sebab, aturan beri­badah di bulan puasa dan aturan PPKM dalam mence­gah penyebaran Covid-19 merupakan dua hal berbeda.

Sekadar diketahui, melalui perpanjangan PPKM sejum­lah tempat hiburan dari se­jumlah sektor yang sebelum­nya sempat dilarang mulai beroperasi kembali. Di an­taranya bioskop dan rumah bernyanyi atau tempat ka­raoke.

Di samping itu, sambung Iwan, Pemkab Bogor juga belum mengeluarkan aturan dan regulasi terkait kegiatan keagamaan selama Ramadan. Di antaranya seperti salat Tarawih berjamaah di masjid-masjid. Pemkab Bogor mel­alui Satgas Covid-19 Kabu­paten Bogor nantinya bakal membuat keputusan tersebut setelah masa PPKM ke-13 habis.

Baca Juga  Jangan Bandel, Tempat Hiburan Malam di Bogor Nggak Boleh Buka Selama Puasa Ramadan

“Itu beda. Nanti kita akan evaluasi, apakah bersatu dengan PPKM atau beda. Karena ini terkait ibadah, menghormati bulan suci Ra­madan. Mungkin nanti khu­sus untuk itu edaran bupati, bukan ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Sebelumnya, Satpol Kabu­paten Bogor mewajibkan tempat hiburan malam di Kabupaten Bogor untuk dit­utup. Jika ketahuan ada yang masih beroperasi, maka tem­pat usaha tersebut akan di­segel.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, menga­takan, Ramadan merupakan waktu untuk fokus beribadah. ”Tidak boleh semua. Po­koknya bulan puasa itu iba­dah. Kalau ada yang buka kami segel,” katanya.

Padahal, berdasarkan ke­putusan Bupati Bogor ter­kait Pemberlakuan Pemba­tasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tempat hiburan seperti tenpat karaoke, kafe, restoran dan hiburan lainnya baru saja diperbolehkan be­roperasi. Meski demikian, Agus mengatakan, sanksi yang akan diberikan nanti berlan­daskan peraturan yang ter­tuang didalam PPKM dan Perda Ketertiban Umum (Tibum).

Baca Juga  Warga Parung Desak THM Ditutup

”Kalau bulan puasa itu ja­tuhnya akan kami sanksi menggunakan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum (Tibum). Namanya bulan suci Ramadan, se­muanya harus konsentrasi ibadah, makanya semua tempat hiburan malam akan kami tutup,” pungkasnya.(dil/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *