Jadi Tersangka, Kades Garong Wara-wiri

by -63 views

Berkas kasus pencurian rel di Stasiun Cigombong dan Stasiun Cicurug yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Watesjaya (RI) masih belum lengkap atau masih ditangani kepolisian dari Polres Bogor dan belum diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor Padahal status kades tersebut tersangka, namun masih bebas wara-wiri.

KEPALA Subbagian Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspi­talena, mengatakan, untuk kasus Kades RI pihaknya ma­sih melakukan pemberkasan sebelum nantinya akan dilim­pahkan ke pihak Kejari Ka­bupaten Bogor. ”Masih mel­engkapi P-19,” katanya ke­pada Metropolitan, Selasa (6/4).

Dengan belum lengkapnya berkas perkara, maka tercatat kasus ini sudah tiga bulan mangkrak. Diketahui kasus ini terjadi pada Kamis (21/1). Terkait tersangka, pihak ke­polisian tidak dapat menjawab apakah dilakukan penahanan atau tidak. Sebab, terdapat lima tersangka yaitu AS, K, RI, S dan MR.

Bahkan, RI diduga masih berkantor dan bekerja sebagai kades Watesjaya. ”Sejak 22 Maret sampai saat ini kades masih ngantor,” ungkap Se­kretaris Camat (Sekcam) Ci­gombong, Asep Achdiat.

Sekadar diketahui, kasus ini bermula saat tersangka AS, K, RI, S dan MR melakukan pertemuan dan membicara­kan rencana pencurian rel Kereta Api Km 20 + 600 an­tara Stasiun Cigombong dengan Stasiun Cicurug di Kampung Cigombong Kabu­paten Bogor pada Selasa (19/1).

”Dari hasil pertemuan itu, para tersangka melaksanakan aksinya pada Kamis tengah malam (21/3). Dalam mela­kukan aksinya pelaku diketa­hui petugas PT KAI,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Handreas Adrian.

Dalam aksinya, tersangka RI memiliki peran sebagai otak yang merancang aksi pencu­rian rel kereta api. Sedangkan tersangka AS, K, S dan MR dalam aksinya melakukan pencurian rel kereta api dengan modus operandi pelaku me­motong rel kereta api men­jadi beberapa bagian, kemu­dian mengangkut besi rel tersebut untuk dijual ke tukang besi bekas. ”Hingga saat ini Sat Reskrim Polres Bogor ma­sih melakukan proses penyi­dikan para tersangka tersebut dan telah memasuki tahap pemberkasan hingga tahap P-19,” tutup Handreas.

Sebelumnya, Kepala Kejari (Kajari) Kabupaten Bogor, Munaji, mengungkapkan, berkas perkara pencurian rel kereta itu masih P-19 yang mengindikasikan adanya ke­kurangan dalam berkas perka­ra yang dilimpahkan oleh kepolisian. ”Kalau memang masih P-19 ada yang belum lengkap. Tapi kalau sudah P-21 kita akan langsung kirim ber­kas ke Pengadilan Negeri (PN),” kata Munaji.

Lebih lanjut Munaji mene­rangkan, kasus tersebut akan ditangani Bagian Pidana Umum (Pidum) dari Kejari Kabupaten Bogor. ”Itu masuk Pidum, nanti akan kita cek lebih lanjut,” paparnya.

Sebelumnya, tingkah laku Kades Watesjaya RI yang men­coreng Pemkab Bogor mem­buat Sekretaris Daerah (Sek­da) Kabupaten Bogor Burha­nudin geram. Menurutnya, Pemkab Bogor tidak akan ikut campur dalam kasus pidana ini. ”Kita semua serahkan ke aturan hukum yang berlaku. Semua perbuatannya harus dipertanggungjawabkan. Jadi siapa yang megang api, maka harus berani panas,” kata Burhan.

Burhan mengungkapkan, hingga saat ini Pemkab Bogor belum menerima adanya per­mintaan pendampingan hukum dari oknum kades Watesjaya. Meski nantinya Pemkab akan memberikan pendampingan hukum jika diminta, Burhan menegaskan kalau pendam­pingan hukum hanya bersifat memberi arahan terkait penanganan prosedur hukum.

”Bukan pasang badan, hanya mendampingi lebih kepada tata aturan prosedur yang harus dijalankan. Kalau itu benar perbuatan melawan hukum, siapa pun, hukum adalah panglima,” pungkasnya. (dil/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *