Jelang Ramadan, Miras Masih Merajalela

by -

METROPOLITAN – Jelang Ramadan, minuman keras (miras) rupanya masih merajalela dan mudah ditemukan di Kota Bogor. Itu terungkap dalam ope­rasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Pol­resta Bogor Kota dalam satu bulan terakhir. Petugas kepo­lisian berhasil memboyong ribuan botol miras berbagai jenis dari berbagai lokasi. Mu­lai dari warung kelontong hingga kafe-kafe di Kota Bogor.

Kepala Satnarkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Agus Susanto, mengungkapkan, dari hasil operasi pekat, pihak kepolisian mengamankan 20.200 botol miras berbagai jenis. “Jadi, sebanyak 20.200 botol miras berbagai merek kita sita di berbagai tempat di wilayah Kota Bogor. Ini hasil operasi satu bulan ter­akhir, baik dari polres maupun polsek, dalam cipta kondisi jelang Ramadan,” katanya dalam konfrensi pers, Senin (12/4).

Agus mengungkapkan, botol-botol miras tersebut didapat dari pedagang yang berjualan di warung kelontong pinggir jalan, lapo tuak, tukang jamu tradisional dan beberapa kafe di Kota Bogor. Para pe­dagang yang nekat berjualan itu dikenakan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring). “Tempat seperti tukang jamu kita kenakan tipiring dan dilaksanakan oleh Satuan Sabhara,” jelasnya.

Baca Juga  Perbanyak Ibadah, Utamakan Kumpul Keluarga

Puluhan ribu botol miras tersebut langsung dimusna­hkan setelah digelarnya apel siaga Operasi Kurma Raya di Lapangan Pusdikzi, Jalan Jen­deral Sudirman. Dalam pe­musnahan botol miras terse­but turut hadir unsur Forko­pimda Kota Bogor dan tokoh agama se-Kota Bogor.

Judi Togel Online Digand­rungi Pemulung di Bogor

Dalam pengungkapan kasus kali ini, jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota mengung­kap adanya praktik judi togel secara online di Kota Bogor. Mirisnya, praktik haram itu melibatkan pemulung.

Kasat Reskrim Polresta Bo­gor Kota, Kompol Dhoni Er­wanto, mengungkapkan, terkuaknya kasus ini berawal dari adanya laporan warga yang mengatakan terdapat seorang bandar togel di ka­wasan Jalan Jenderal Sudir­man, Kota Bogor. Setelah mengembangkan kasus, ke­polisian berhasil meringkus satu bandar judi online dengan nama Rusdi Chandra bin Tjiam Thiang Siu yang merupakan warga Gang Cibalok 1, Kelu­rahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah.

Baca Juga  Stok Daging dan Sembako Dipastikan Aman

“Jadi, pelaku ini buka laya­nan jasa pemasangan judi online. Pelaku mengajak orang-orang memasang judi mela­luinya, lewat situs judi online di aplikasi KTV Togel,” katanya, Senin (12/4).

Untuk modus yang diguna­kan, pelaku mengajak orang-orang memasang nomor tertentu yang ditengarai bakal keluar dalam perjudian. Untuk pemasangan nomor, biasanya mulai dari Rp1.000. Selanjutnya, tersangka men­transferkan uang pasangan dari pemasang ke rekening sebagaimana tercantum dalam aplikasi tersebut dalam ben­tuk deposit.

Lalu, tersangka memasukkan angka pasangan dan nilai pasangan sebagaimana pa­sangan para pemasang dalam aplikasi KTV Togel. Dan, pen­gumuman angka yang keluar dapat dilihat dalam aplikasi KTV Togel (Result).

“Kalau pasang dua angka Rp1.000, dapatnya Rp70.000. Kalau pasang Rp1.000 untuk tiga angka kalau menang Rp400.000, kalau pasang Rp1.000 untuk empat angka dapatnya Rp3 juta,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolsek Jamin Kenyamanan Selama Ramadan

Bandar judi online, Rusdi Chandra bin Tjiam Thiang Siu, mengungkapkan, biasanya pelanggan yang ia tangani rata-rata bekerja sebagai pe­mulung sampah. Ia mengaku sudah menjalani bisnis haram tersebut dua bulan, dengan rata-rata penghasilan kotornya mencapai Rp150.000 per hari. “Biasanya dalam satu hari saya melayani 30 orang pemasang dengan omset harian menca­pai Rp150.000,” ujarnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku dikenakan Pasal 303 Ayat (1) KUHP dengan anca­man hukuman penjara 10 tahun. (dil/c/ryn/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *