Mulai Krisis, Pemkot Kekurangan 40 Ribu Dosis Vaksin

by -35 views

METROPOLITAN – Proses vaksinasi di Kota Bogor tengah mandek lantaran stok vaksin dari pemerintah pusat hampir habis alias krisis.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menanti droping vaksin dari pemerintah pusat. Berdasarkan hitungannya, Kota Bogor membutuhkan 40 ribu dosis vaksin untuk menyelesaikan vaksinasi tahap kedua.

“Sementara ini kita masih menunggu droping dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kemen­terian Kesehatan. Kalau kita hitung kita masih kekurangan 40 ribu dosis vaksin. Nantinya vaksin itu akan digunakan untuk memenuhi proses vaksi­nasi terhadap tenaga keseha­tan, pelayan publik, lansia dan paling utama tenaga pendidik,” katanya kepada Metropolitan, Rabu (7/4).

Baca Juga  Fokus Dorong Kesejahteraan dan Kompetensi Jurnalis PWI KOTA BOGOR PERIODE 2018-2021 RESMI DILANTIK

Ia pun membeberkan alasan pemerintah pusat belum kem­bali mendistribusikan vaksin ke Kota Bogor. Sebab, saat ini pemerintah pusat tengah men­distribusikan ke wilayah lain.

“Kita optimis karena infor­masi dari Kemenkes droping vaksin tidak akan berkurang jumlahnya, hanya memang pembagian masih berlangsung. Insya Allah, kekurangannya akan kita terima dalam wak­tu dekat,” ujarnya.

Dengan keterlambatan pengiriman ini, lanjut Dedie, Pemkot Bogor tidak akan melakukan perubahan target penyelesaian vaksinasi tahap kedua pada Juni 2021.

“Sejauh ini kita tidak akan ada perubahan target, teru­tama setelah ini kita akan fokus menjadikan sasaran penerima vaksin adalah sek­tor pendidikan. Tapi saat ini masih menunggu 40 ribu yang tersisa dari nakes tahap per­tama, ASN, TNI, Polri dan lansia,” pungkasnya.(dil/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *