Pastikan Layanan Tetap Maksimal saat Ramadan, Karyawan Piket Tirta Pakuan dapat Uang Saku Tambahan untuk Sahur dan Buka Puasa

by -
Dirum Perumda Tirta Pakuan Rivelino Rizky. (Dok. Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor memastikan tetap akan memberikan pelayanan maksimal pada Ramadan nanti. Mulai dari pelayanan pengaliran air hingga para karyawan yang tetap bekerja biasa pada bulan puasa nanti.

Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Pakuan Rivelino Rizky mengatakan, sejauh ini sudah banyak daerah pelanggan yang aliran airnya sudah 24 jam. Namun ia mengakui ada beberapa wilayah yang belum 24 jam air mengalir. “Seperti di Bakom, atau yang di zona I, ada sebagian belum 24 jam. Kita sarankan memang juga untuk menampung air. Tapi dari pagi sampai pukul 22:00 WIB itu (air) masih nyala (mengalir, red),” katanya kepada Metropolitan.id, Kamis (8/4).

Baca Juga  Dukung Green City, Bank BJB Kota Bogor Ajak Masyarakat Sadar Lingkungan

Ia menambahkan, waktu kerja bagi karyawan pun menyesuaikan dengan Ramadan. Namun hal itu disebut tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kinerja karena semua pelayanan kantor hingga di lapangan tetap akan maksimal.

“Waktu kerja bagi karyawan itu mengikuti keputusan gubernur Jawa Barat, yang dilanjutkan dengan keputusan wali kota Bogor. Setelah ada itu, baru kita menyesuaikan jam kerja kita seperti apa. Biasanya sih standar nya dari tahun-tahun lalu dari jam setengah delapan sampai jam tiga sore,” jelas Rivelino.

Bahkan, kata dia, karyawan yang piket atau bekerja shift, pihaknya akan menyediakan uang saku tambahan untuk sahur dan berbuka puasa. Sehingga karyawan akan tetap bekerja seperti biasa.

Baca Juga  Isak Tangis Keluarga Sambut Kedatangan Jenazah Serda Yusdin

“Itu kita siapkan. Pengaliran juga seperti biasa, nggak berubah, normal dan bekerja juga seperti biasa,” imbuhnya.

Terkait imbauan larangan mudik, Perumda Tirta Pakuan masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah. Pada intinya Tirta Pakuan akan mengikuti aturan dari pemerintah lantaran merupakan bagian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Ya kita pun mengikuti program pemerintah, apabila dilarang untuk mudik ya kita tidak perkenankan juga mudik Lebaran. kita ikuti aturan dari pemkot, kita menyesuaikan karena kita kan bagian dari pemerintah ya,” pungkasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.