Pembangunan RSUD di Rancamaya hanya Wacana

by -75 views

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bo­gor tengah mencanangkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe A baru di kawasan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan.

Sayangnya, rencana tersebut belum dibahas pada rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Me­nengah Daerah (RPJMD) yang akan direvisi. “Belum sempat dibahas, yang dibahas baru pembangunan Blok 1 dan 4 RSUD Kota Bogor,” kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudi Mashudi.

Untuk pembangunan Blok 1 dan 4 di RSUD Kota Bogor setinggi empat lantai membu­tuhkan anggaran sekitar Rp255 miliar yang direncanakan berasal dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah pusat. Pembangunan tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan RSUD.

“Nantinya kedua blok itu akan dilengkapi ICU, polikli­nik, ruangan VIP, IGD dan layanan penunjang medis lainnya. Selain mendorong pendapatan, itu juga untuk meningkatkan layanan kese­hatan warga serta menyerap tenaga kerja baru,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Ko­misi IV DPRD, Akhmad Sae­ful Bakhri, menjelaskan, ber­dasarkan keterangan yang diperoleh Dinas Kesehatan (Dinkes), pembangunan RSUD di Rancamaya sama sekali belum pernah dibahas. “Ba­gaimana mau tertuang dalam RPJMD, sedangkan wacana itu saja belum pernah dibahas dinas teknis,” tuturnya.

Baca Juga  Warga Parung Ngarep Bupati Baru Bangun RSUD dan Terminal

Ia pun mempertanyakan sinergitas dan komunikasi antara Dinkes, RSUD dengan stakeholder lain.

“Ini kan nggak sinkron. RSUD ngomong dibangun di Ran­camaya, tetapi dinas teknis nggak tahu. Kemudian diba­has pun belum,” ujar ASB, sapaan karibnya.

Seharusnya, tambah dia, wacana pembangunan RSUD baru merupakan kewenangan Dinkes selaku leading sector yang harus menempuh kajian-kajian yang komprehensif, sehingga tidak jadi bola liar yang menimbulkan polemik. Jika alasan pembangunan RSUD untuk meningkatkan layanan kesehatan, maka RSUD baru dibangun di kawasan Tanahsareal.

Hal itu untuk menekan laju pasien dari Kemang, Sala­benda dan sekitarnya, se­hingga tidak semua warga sebelah utara Kabupaten Bogor datang ke RSUD di Ja­lan Semeru. “Kalau di Ran­camaya, Bogor Selatan, sudah banyak rumah sakit. Letaknya juga dekat dengan RSUD Ciawi,” tuturnya.

Baca Juga  Seorang Ibu Meninggal Dunia Saat Menyenandungkan Selawat Dalam Rangka Memperingati Hari Maulid Nabi

Ia pun meminta agar pejabat publik lebih berhati-hati da­lam melempar wacana lan­taran harus berdasarkan kajian dan aturan. “Sah-sah saja berwacana untuk mewujud­kan cita-cita. Tapi hal itu mesti sesuai dengan tugas dan kewenangan,” papar ASB.

ASB menilai RSUD eksisting masih perlu penguatan dari sisi SDM, infrastruktur, sara­na-prasarana serta teknis penunjang lainnya. “Beban SDM di RSUD dominan non-PNS, sehingga manajemen Badan Layanan Umum Dae­rah (BULD) harus benar-benar matang mengkaji dan memperhitungkan. Jadi lebih baik direktur RSUD fokus pada kewenangannya dan peningkatan pelayanan,” pung­kasnya. (ryn/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *