Pemdes Tajurhalang Dorong Peran Perempuan di Desa

by -

METROPOLITAN – Wahid Foundation (WF) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Desa Damai Tajurhalang menggelar Forum Group Discussion (FGD) Rencana Aksi Desa (RADes) Damai. Kegiatan itu dilaks­anakan di Balai Desa Tajurha­lang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, belum lama ini. RADes merupakan upaya yang dilakukan WF melalui Program Desa Damai untuk mendorong keterlibatan pe­rempuan dalam memberikan usulan program dan pengam­bilan kebijakan di tingkat desa.

Kepala Desa Tajurhalang Saefudin mengatakan, poin utama dilaksanakannya RADes ini untuk memberi kesempa­tan perempuan berpartisi­pasi dalam pembangunan.

Ia menjelaskan yang men­jadi titik tekan RADes kali ini memberi kesempatan kepada perempuan untuk menjadi aktor utama, berkreasi dan berinovasi memberikan man­faat dalam bentuk program yang terbaik bagi Desa Tajur­halang. “Kami harapkan ini bisa berjalan dengan baik,” kata Saefudin.

Baca Juga  Minim Penerangan, Tiga Jalan Ini Menyeramkan

Saefudin juga menyambut baik RADes tersebut. Sebab, sebelum RADes dilaksanakan, WF telah memberikan banyak perubahan kepada desa Ta­jurhalang dengan pendam­pingannya selama ini melalui Program Damai sejak 2017. “Iya sudah banyak perubahan di sini,” tegasnya.

Sementara itu, Program Of­ficer WF, Fanani, menyampai­kan penyusunan RADes Damai selaras dengan Rencana Aksi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik So­sial Tahun 2014–2019 (RAN P3AKS). Termasuk dengan Rencana Aksi Nasional Penang­gulangan dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan (RAN PE) yang mengarah pada tero­risme. Ia berharap terlaksana­nya Program Desa Damai di Desa Tajurhalang bisa men­jadi pelopor bagi desa lain di Jawa Barat, khususnya di Ka­bupaten Bogor.

Baca Juga  Calon Kades Tajurhalang Saipudin Berikan Santunan

Menurutnya, hal ini adalah ikhtiar. Di mana dalam kegia­tan ini menjadi sangat penting bagi aparat desa yang akan menyusun RADes Damai. “Jadi bagaimana kita coba membuat rencana aksi nasio­nal ini di tingkat desa. Untuk hal ini,” tuturnya.

Menurutnya, Desa Damai yang diinisiasi WF sejak 2017 menjadi inisiatif masyarakat akar rumput. Berkomitmen menjaga dan menumbuhkan toleransi dan perdamaian di lingkungan masing-masing. “Bahkan telah diapresiasi Ke­menterian Desa, Pembangu­nan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,” pungkasnya. (all/rb/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *