Pemkab Minta Jatah 2.000 Ton di TPPAS Nambo

by -67 views

METROPOLITAN – Pembangunan Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo di Kabupa­ten Bogor diprediksi bakal rampung dan beroperasi tahun ini. Namun, kehadiran TPPAS Nambo yang berdiri di atas lahan 55 hektare ini masih membuat Pemkab Bogor menger­utkan dahi. Sebab, Kabupaten Bogor hanya kejatahan mem­buang sampah ke lokasi tersebut 700 ton per hari.

”Dalam MoU dengan Provinsi Jabar Kabupaten Bogor mendapatkan jatah sekitar 700 ton per hari. Kita sedang upayakan minta 2.000 ton per hari dan kita sudah kirim surat ke gubernur untuk penambahan kuota,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ka­bupaten Bogor, Asnan, kepada Metropolitan, Selasa (6/4).

Permohonan Pemkab Bogor ini bukan tanpa alasan. Sebab, Pemkab Bogor ikut andil da­lam pengadaan lahan seluas 15 hektare itu. Sehingga dengan jumlah timbulan sampah di Kabupaten Bogor yang men­capai 2.800 ton per hari, ke­hadiran TPPAS Nambo bisa meringankan beban timbulan sampah. Sebab, sampah yang dibuang ke TPPAS Galuga hanya 700 ton per hari.

Baca Juga  Akhir Tahun Ini TPPAS Nambo Siap Beroperasi

”Untuk timbulan sampah di Kabupaten Bogor sekitar ku­rang lebih 2.800 ton per hari dan yang terlayani DLH seki­tar 700 ton per hari ke TPPAS Galuga. Artinya masih ada yang belum terlayani dan di­harapkan Nambo bisa menutup itu,” paparnya.

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova, me­nilai bahwa kehadiran TPPAS Nambo tidak bisa menjadi patokan untuk penanggu­langan sampah di Bumi Tegar Beriman. Sebab, dengan men­gubah hutan non-produktif milik Perhutani nantinya akan bernasib sama dengan TPS Galuga yang mulai overload saat ini.

Walaupun akan memiliki Refuse Derived Fuel (RDF) yang mendaur ulang sampah menjadi bahan bakar bagi pabrik semen di kawasan Ka­bupaten Bogor, hal tersebut tidak akan bisa menutupi sampah yang setiap hari ma­suk ke TPPAS Nambo. Menurut perhitungannya, sampah yang masuk setiap hari nantinya bisa mencapai 2.500 ton, se­dangkan pengolahannya ha­nya bisa 1.000 ton agar men­jaga kestabilan mesin. ”Itu kan nanti pasti akan numpuk-numpuk juga sampah di situ. Jangan sampai kejadian se­perti di Bandung lah,” ujarnya.

Baca Juga  Ini Rincian Dana Kompensasi Negatif Pengelolaan TPPST Nambo Bogor

Ia menyarankan Pemerintah Kabupaten Bogor mulai fokus pada pembentukan bank sampah yang dibangun di setiap desa. Sebab, penang­gulangan sampah dari sektor terkecil merupakan salah satu cara paling ampuh, meng­ingat sampah rumah tangga merupakan salah satu sampah yang paling banyak dipro­duksi selama ini oleh masy­arakat Kabupaten Bogor.

Dengan cara memilah sam­pah dan mendaur ulang dari tingkat terendah, secara langs­ung akan memengaruhi jum­lah sampah yang akan dibu­ang ke TPPAS. ”Semakin se­dikit sampah yang dibuang, maka akan semakin dikit pula sampah yang masuk. Pola pikir seperti ini yang ha­rus ditanamkan kepada ma­syarakat,” tukasnya.(dil/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *