Pemkot Pastikan Stok Sembako Aman

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor me­mastikan stok pangan selama Ramadan dan Lebaran aman.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, pe­merintah telah mengantisi­pasi kelangkaan pangan dengan melakukan pengen­dalian sejak jauh hari.

Menurutnya, stok pangan di Kota Bogor masih terjaga dan memadai untuk me­menuhi masyarakat di Kota Bogor. Selain itu, harga pangan juga tidak mengalami lonjakan yang signifikan.

Dalam rapat Koordinasi Ke­tersediaan dan Pasokan Ko­moditas Pangan Strategis Paseban Narayana, Bank In­donesia, menyampaikan ada empat rekomendasi yang meminta Pemkot Bogor mela­kukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang.

Kedua, melakukan sidak untuk memastikan bahwa ketersediaan pangan dan tidak ada penimbunan pangan oleh pedagang.

Baca Juga  Harga Telur Anjlok

“Ketiga diharapkan beber­apa komoditas yang strategis di Kota Bogor seperti ayam potong, telur ayam, dan daging bisa melakukan kerja sama antardaerah,” kata Dedie, usai rapat koordinasi, Kamis (15/4).

Dedie menjelaskan saat ini Pemkot Bogor sudah mela­kukan antisipasi untuk men­jaga ketersediaan pasokan ayam potong dengan mela­kukan MoU dengan Kabupa­ten Ciamis. Selanjutnya ke depan untuk memastikan bahwa bawang merah tidak menyumbang inflasi.

“Kita akan melakukan pem­bicaraan dengan Kabupaten brebes untuk memastikan pasokan bawang ke Kota Bo­gor,” ucapnya.

Keempat, pemerintah harus melakukan sosialisasi ke ma­syarakat agar masyarakat tidak membeli barang berlebihan. Tetapi sesuai kebutuhan dan bukan dalam konteks untuk mengambil keuntungan pri­badi untuk ditimbun lalu dijual kembali.

Baca Juga  Kwarran Pramuka Bojonggede Bantu Yatim dan Dhuafa

Kemudian, dari delapan komoditas yang dipatok har­ga eceran tertinggi, terdapat lima komoditas yang menga­lami kenaikan signifigan.

“Kelima, komoditas ini ada­lah daging sapi, daging ayam, telur, cabai, dan bawang. Itu yang menjadi perhatian khu­sus,” katanya.

Sementara itu, Dirut PD Pa­sar Pakuan Jaya Muzakkir menjelaskan sepekan jelang Ramadan terjadi lonjakan jumlah kunjungan masyara­kat ke pasar. Karena ada lon­jakan permintaan, sehingga menyebabkan ada kenaikan harga.

“Seminggu sebelum puasa ada lonjakan, 30–50 persen, terutama dua hari jelang Ra­madan. Tetapi kalau stok, kondisinya sudah stabil kem­bali,” kata Muzakkir.

“Lonjakan karena faktor mau puasa, orang stok kebutuhan bahan pokok, sekaligus mun­ggahan. Itu yang menyebab­kan ada kenaikan,” tambah Muzakkir.

Baca Juga  Tim Gegana Bagi-bagi Sembako di Cileungsi

Sedangkan untuk operasi pasar akan dilakukan ketika terjadi kenaikan harga komo­ditias yang signifikan.

“Misal, ada kenaikan dan permintaan agak tinggi te­tapi sekarang kan normal lagi,” tukasnya. (rb/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *