Pengusaha Galian Kadumanggu bakal Dilaporkan ke Polisi

by -42 views

METROPOLITAN – Aktivitas galian tanah ilegal di Kampung Leuwijambe, Desa Kadu­manggu, Kecamatan Babakan­madang, benar-benar mere­sahkan. Segel PPNS Satpol PP Kabupaten Bogor yang dipa­sang Selasa (6/4) pagi untuk menghentikan aktivitas ilegal itu ternyata hilang malam harinya. Warga sekitar kem­bali memergoki aktivitas truk dan alat berat di lokasi galian.

Menurut keterangan salah seorang saksi, diketahui PPNS Line yang dibentang Satpol PP Kabupaten Bogor itu hilang. “Jelang Magrib sudah tidak ada garis kuning Satpol PP. Truk juga mulai masuk lagi ke lokasi galian,” ungkap warga yang enggan disebut namanya.

Saat dikonfirmasi adanya laporan warga itu, Kepala Dusun Leuwijambe Eray mem­benarkan adanya hal tersebut dengan menunjukkan foto lokasi galian yang sudah tidak terlihat lagi PPNS Line dan adanya truk yang masuk lo­kasi galian.

Baca Juga  Jalan Rusak di Kadumanggu Bikin Jengkel

“Sudah dicek ke lokasi me­mang sudah tidak ada garis kuning Satpol PP. Ini ada fo­tonya, kelihatan ada mobil truk yang masuk juga ke tem­pat galian,” terangnya sambil menunjukkan beberapa foto dari lokasi galian.

Mendapat laporan hilangnya segel, PPNS Satpol PP Kabu­paten Bogor Erwin secara tegas segera melaporkan hal tersebut kepada pihak kepo­lisian. “Delik aduan ini se­gera kami adukan ke pihak yang berwajib,” tegasnya.

Erwin mengatakan, PPNS Line Satpol PP Kabupaten Bogor memiliki kekuatan hu­kum. Segel yang dibentang di lokasi galian itu untuk menga­mankan lokasi dan merupa­kan larangan bagi siapa pun untuk tidak memasuki lokasi tersebut dan larangan men­gubah objek yang ada di area tersebut.

Baca Juga  Jalan Rusak di Kadumanggu Bikin Jengkel

Ia juga menjelaskan untuk perusakan segel diancam dengan Pasal 232 ayat (1), (2) dan (3) KUHPidana. “Saya menunggu perintah dari ka­satpol PP untuk teknis pen­indakan tegas, besok pagi,” ucapnya.

, belasan pengendara motor nyaris tewas, kemarin. Me­reka tergelincir dan jatuh akibat tumpahan tanah ga­lian C di Desa Kadumanggu. Menurut warga sekitar, Wawan, tanah galian C ilegal tersebut sudah lama bermasalah, baik dengan pemerintah maupun dengan masyarakat. Terutama penguna jalan. “Ini sudah kesekian kali. Jadi saya harap ditindak tegas, ditutup per­manen,” katanya.

Terpisah, Camat Babakan­madang Cecep Iman mem­benarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut sudah diberikan surat teguran hingga tiga kali. Namun, ga­lian C itu masih nekat bero­perasi.

Baca Juga  Jalan Rusak di Kadumanggu Bikin Jengkel

“Perlu disampaikan bahwa galian ilegal itu sudah dihen­tikan, mulai dari teguran per­tama, kedua, dan ketiga. Ke­jadian kecelakaan lalu lintas akibat tanah berceceran di sepanjang Jalan Citeureup- Babakanmadang,” jelasnya. (bb/rb/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *