Rekor! Satu Hari Vonis Mati 13 Terdakwa

by -242 views

METROPOLITAN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Cibadak menjatuhkan pidana mati kepada 13 terdakwa perkara peredaran 402 kilogram sabu di Sukabumi. Seorang terdakwa lainnya dihukum lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider satu tahun kurungan.

Putusan majelis hakim itu disampaikan Kapuspenkum, Leonard Eben Ezer Simanjun­tak. ”Hari ini, Tim Jaksa Penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi mengikuti persi­dangan di Pengadilan Negeri Cibadak Kabupaten Sukabumi terhadap 14 terdakwa,” katanya.

Atas putusan itu, lanjut Leo­nard, para terdakwa pikir-pikir selama tujuh hari sebelum menerima atau mengambil upaya hukum banding terhadap vonis dari majelis hakim. ”Baik Jaksa Penuntut Umum maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir,” ujarnya.

Sementara itu, Humas Peng­adilan Negeri (PN) Cibadak, Muhammad Zulqarnain, me­nambahkan, terdakwa terjerat kasus narkotika dalam satu rangkaian. Jaringan peredaran narkotika ini merupakan ja­ringan internasional. Barang buktinya pun lebih dari ratusan kilogram sabu-sabu. Ketua ma­jelis dalam sidang putusan ini adalah Aslan Aini, dengan ang­gota M Zulqarnain, Rays Hi­dayat, Agustinus dan Lisa Fat­masari. Zulqarnain menamba­hkan, dua terdakwa WNA bernama Hossein dan Samiul­lah berperan sebagai perantara jual beli. Sedangkan dua WNA atas nama Mahmoud dan Ate­feh selain terlibat kasus narko­tika juga terlibat kasus pen­cucian uang. Keempat WNA ini terbukti bersalah melanggar Pasal 114 Ayat 2 tentang Narko­tika dan Pasal 3 jo 10 UU Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman mati.

”Dari putusan yang telah dibacakan majelis untuk dua WNA atas nama Husen dan Samiullah itu terbukti melang­gar Pasal 114 Ayat 2 yakni pe­mufakatan jahat jadi pelan­tara jual beli narkotika go­longan sabu yang beratnya melebihi 5 gram sebagaimana dakwaan primer. Kemudian untuk terdakwa atas nama Mahmoud dan Atefeh itu ter­bukti melakukan tindak pi­dana melanggar Pasal 114 Ayat 2 UU Narkotika dan Pasal 3 jo 10 UU tentang Tindak Pi­dana Pencucian Uang,” beber­nya.

Sedangkan untuk sembilan WNI berperan sebagai kurir dan koordinator. Namun, me­reka juga dikenakan pasal yang sama dengan empat WNA. ”Kemudian untuk sembilan terdakwa warga negara Indo­nesia itu terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 2 UU tentang Narkotika. Jadi dari per­timbangan putusan majelis hakim ke 9 terdakwa WNI ini perannya lebih kepada kurir, jadi untuk mengambil barang­nya. Tapi kemudian ada juga yang menjadi koordinator kecil dari pelaksanaan peng­ambilan sabunya kemudian dibawa ke daratan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk ter­dakwa atas nama Risma Is­mayanti yang divonis 5 tahun penjara ini hanya dituntut UU Pencucian Uang. ”Atas nama Risma ini adalah dari dakwaan yang diajukan penuntut umum melanggar Pasal 4 jo 10 UU Tindak Pidana Pencucian Uang, jadi hanya murni tentang tindak pidana pencucian uang dengan ancaman maksimalnya 5 tahun. Sehingga dari tuntutan penuntut umum 5 tahun, diputus ma­jelis hakim juga lima tahun,” bebernya. (mdk/tib/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *