RS Lapangan Kota Bogor Resmi Distop, Tapi Pembayaran Alkes Belum Lunas

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya.

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi menghentikan operasional RS Lapangan Kota Bogor, yang berada di kawasan GOR Pajajaran, hari ini, (19/4). Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya.

“Hari ini (19/4) RS Lapangan di non aktifkan dulu karena nggak ada kebutuhan lagi. Sekarang ini kasus Covid di Kota Bogor terkendali dan cukup di faskes rujukan. Kalau nggak ada kebutuhan, ya nggak akan dilanjut lagi,” katanya, Senin (19/4).

Meskipun sudah berhenti beroperasi, Pemkot Bogor rupanya menyisakan Pekerjaan Rumah (PR) lantaran belum memenuhi kewajibannya melunasi pembelian beberapa alat kesehatan (alkes) untuk RS Lapangan.

Bima Arya pun membenarkan bahwa ada beberapa alkes yang belum terbayarkan pembeliannya.

Baca Juga  50 Kasek Dicekoki PMSDP

“Masih ada, beberapa kewajiban yang akan diselesaikan secara bertahap,” tegasnya.

Untuk itu, kata dia, dilakukan review oleh inspektorat atas pembelian alkes di RS Lapangan Kota Bogor.

“Direview, kan semuanya harus direview rutin. Semuanya direview. Tapi ingin saya sampaikan lagi, non aktif ini karena kebutuhannya tidak ada lagi, itu dulu,” ujar Bima Arya.

Ia juga memastikan alat-alat kesehatan serta beberapa tenaga kesehatan (nakes) akan tetap berapa di RS Lapangan, jika sewaktu-waktu ada lonjakan kasus Covid di Kota Bogor dan perlu mengaktfikan kembali RS Lapangan yang sifatnya darurat.

“Alat masih tetap disini, nakes juga stand by. Semua siaga. Karena kan bisa saja aktifasi lagi kalau nanti seketika ada kebutuhan mendesak. Memang ada yang habis kontrak, beberapa kembali ke RSUD Kota Bogor, tapi ada juga yang standby disini,” tukas Bima Arya.

Baca Juga  Game Angry Birds Evolution Tampil Beda

Diketahui, pengadaan alkes untuk RS Lapangan menelan biaya Rp3 miliar. Hal itu diungkapkan Humas dan Sekretariat RS lapangan Kota Bogor, Armein Sjuhary Rowi. Dari total bantuan BNPB sebesar Rp16 miliar, dibagi sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya pengadaan alkes.

“Kalau untuk alkes memang kita kebutuhan Rumkital seperti bed, infus, alkes medis seperti stetoskop, oksigen, dan sebagainya itu kita udah perhitungan. Untuk alkes sendiri 18 sampai 19 persen dari Rp16 miliar, ya sekitar kurang lebih Rp3 miliar,” ungkap Armein. (dil/c/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.