Sidang Cerai saat Puasa, Thalita Latief Ingin Cepat Selesai

by -

METROPOLITAN – Di bulan suci Ramadan, Thalita Latief harus sibuk mengurus perceraiannya dengan Den­nis Lyla. Hal ini bukan sesuatu yang indah dalam hidupnya. Meski begitu, Thalita tetap lancar menjalani puasanya. Ia berharap perceraiannya tersebut tidak ada kendala sampai putusan pengadilan.

”Ya Alhamdulillah lancar-lancar aja sih tadi. Buat saya sih gini ya, saya sih Lillahita’ala aja ya. Niat saya itu kan nggak macam-macam di sini. Kuasa hukum saya juga tahu gitu bahwa me­mang niatan saya jelas, jadi ya sudah saya nggak perlu bertele-tele juga di persidangan. Saya pengin cepat, lan­car tanpa ada satu hal yang meng­ganggu,” ujar Thalita di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, kemarin.

Baca Juga  Dennis Lyla Mau Banding Cerai, Thalita Latief Punya Banyak Senjata

Meski nantinya ada yang mengham­bat jalannya persidangan, Thalita La­tief tidak akan menyerah begitu saja. Ia akan terus memperjuangkan haknya untuk berpisah dari Dennis Lyla.

Menurut Thalita, dirinya berhak ber­bahagia walau tanpa Dennis Lyla. Ka­rena selama menjalani rumah tangga, Thalita Latief begitu tersiksa dan tidak memiliki kebebasan. ”Kalaupun nanti­nya ada satu hal yang mengganggu saya, saya akan perjuangkan apa pun itu. Karena saya pihak yang menjadi korban dalam masalah ini. Saya pihak yang dirugikan secara psikis, secara waktu, secara segala macam,” imbuh­nya.

”Jadi saya benar-benar di sini bukan hanya sebagai seorang istri saja, tapi saya sebagai seorang perempuan. Saya di sini, saya harus speak up atas keti­dakadilan yang saya hadapi,” sam­bungnya.

Baca Juga  Disebut Pelakor, Dennis Lyla Bela Thalita Latief

Kuasa hukum Thalita Latief, Maruli Tampubolon, me­nyebut sebaiknya masy­arakat jangan men­campuri urusan rumah tangga dengan bulan Ra­madan. Sebab, keduanya adalah hal berbeda.

”Gini mas, maksud saya jangan dicam­pur adukkan dengan Rama­dan. Di luar ini bersifat duniawi, ter­kait perce­raian yang sebenarnya tidak mau ter­jadi namun sudah lebih dari tiga tahun diberikan waktu oleh penggu­gat, oleh Tha­lita, oleh klien saya u n ­tuk ada progres, namun pengharapan itu pupus dikarenakan progres itu tidak ada,” kata Maruli.

”Apa itu progresnya? Ya ekspektasi dari seorang wanita agar suaminya bersikap selayaknya suami. Tidak demikian, kami maju. Ini juga proses hukum, ne­gara hukum. Jadi yang kami perjuangkan adalah hak-hak hukumnya seo­rang wanita di muka sidang kasus per­ceraian,” pungkas­n y a . (dtk/els/ py)

Baca Juga  Teriak-Teriak Dipengadilan, Thalita Latief Alami KDRT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *