Simak Nih, Bukber di Ramadan Kali Ini Diperbolehkan, Tapi Ada Syaratnya

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah pusat telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021 Tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Ada beberapa hal yang dibahas dalam edaran tersebut, termasuk soal buka puasa bersama (bukber) di masa pandemi Covid-19 ini.

Mengacu pada edaran tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Mukri Aji mengatakan, dalam pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan, masyarakat harus menomorsatukan protokol kesehatan. Meski beberapa lapisan masyarakat sudah mendapatkan vaksin, protokol kesehatan jangan sampai diabaikan.

“Jadi saya rasa ibadah tarawih dan ibadah lainnya di bulan ramadhan tidak masalah dilakukan, selama menerapkan protokol kesehatan ketat,” kata Mukri Aji kepada Metropolitan.id, Selasa (6/4).

Baca Juga  Pemkot Terancam nggak Kebagian Jatah dari Pusat

Menurutnya, panduan pelaksanaan ibadah saat Ramadan terdiri dari 11 poin. Poin pertama soal kewajiban berpuasa bagi umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar’i lainnya yang dapat dibenarkan.

Selanjutnya, sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

“Poin keempat, dalam hal kegiatan buka puasa bersama (bukber) tetap dilaksanakan dengan harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan,” terangnya.

Mukri Aji menekankan, para pengurus masjid pun diminta untuk senantiasa membersihkan area masjid dengan melakukan penyemprotan desinfektan.

Sedangkan untuk kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah jamaah paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan.

Baca Juga  Hilang 3 Hari Usai Ditawari Pekerjaan, Gadis Asal Bogor Malah Diperkosa

“Untuk vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan dengan berpedoman pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2O21 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat berpuasa dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya,” ungkap Mukri Aji.

Sementara untuk penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah diminta menjaga persatuan ummat. Para penceramah diharapkan berperan aktif memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat dan nilai-nilai kebangsaan dalam NKRI melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-quran dan Sunnah.

“Untuk salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah 2O21 dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing,” pungkasnya. (dil/c/fin)

Baca Juga  Wah, Tiga Tahun Menjabat Pengamat Kepada Bima-Usmar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *