Tipu Konsumen, Direktur Perum Cibinong Lakeside Diciduk

by -

METROPOLITAN – Direktur PT CPP yang merupakan developer Perumahan Cibinong Lakeside di Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, ditangkap jajaran Polres Bogor dalam kasus penipuan jual-beli unit peru­mahan terhadap konsumen.

Kapolres Bogor, AKBP Harun, mengatakan, tersangka berinisial AD dijerat UU Nomor 8 Tahun 1999 terkait Perlindungan Konsumen. “Korban dirugikan sekitar Rp435 juta dari harga rumah yang berawal Rp1,8 miliar dan mendapatkan diskon hingga disepakati Rp1,5 miliar, dengan sistem 14 kali angsuran,” terang Harun saat ditemui di ha­laman Mapolres Bogor, Kamis (15/4).

Menurut Harun, kasus ini berawal dari seorang korban yang tertarik dengan peru­mahan di Cibinong Lakeside hingga terjadi kesepakatan untuk membeli salah satu kavling di perumahan seluas 150 meter persegi. Setelah sepakat dengan segala berkas yang telah dipenuhi, korban akhirnya memulai angsuran pertama sekitar Maret 2017 hingga delapan kali angsuran atau sekitar Rp485 juta uang yang telah dikeluarkan.

Baca Juga  Tipu Konsumen, Direktur Perumahan Cibinong Lakeside Dicomot Polisi

Saat itu, sambung Harun, korban mendapati kabar jika kavling yang telah dibelinya dijual atau ditawarkan kem­bali kepada konsumen lain oleh developer. Mendapati itu, kor­ban mendatangi developer di kantor pemasarannya di Kam­pung Cipayung, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Korban meminta penjela­san terkait kabar dijual kem­balinya kavling yang tengah di angsurnya tersebut. Ter­nyata benar, kavling itu dita­warkan ke konsumen lain oleh pengembang atau developer,” beber Harun.

Kesal dengan hal itu, korban meminta developer bertang­gung jawab hingga terjadi kesepakatan jika developer siap mengganti uang yang telah dibayar kan korban se­besar Rp435 juta. “Tapi uang itu tak kunjung dibayarkan hingga korban melaporkan kasus ini ke pihak berwajib pada 29 Mei 2019,” tegas Ha­run.

Baca Juga  Tipu Konsumen, Direktur Perumahan Cibinong Lakeside Dicomot Polisi

Pihaknya pun melakukan penyelidikan hampir dua tahun dan menetapkan tersangka tunggal yakni sang direktur dengan barang bukti kuitansi, bukti transfer, brosur dan surat-menyurat lainnya.

Polisi pun menjatuhkan hu­kuman sesuai Pasal 62 juncto Pasal 8 Pasal 18 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlin­dungan Konsumen, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp2 miliar. (yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *