Wabup bakal Buka Posko Pengaduan Penyunatan Bansos

by -
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan

METROPOLITAN – Kasus pemotongan bantuan sosial (bansos) di Desa Klapanung­gal berbuntut panjang. Kini giliran Ketua Dewan Perwa­kilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Rudy Sus­manto angkat bicara soal penyunatan bansos tersebut. Terlebih bansos tersebut di­peruntukkan meringankan beban masyarakat yang ter­kena dampak pandemi Co­vid-19.

Rudy mengatakan, jika me­mang terjadi pemotongan dan sebagainya terkait bansos, pihaknya menyerahkan se­muanya kepada pihak kepo­lisian. ”Kita serahkan semua­nya kepada pihak kepolisian agar menindaklanjuti proses lebih lanjut dengan aturan hukum dan undang-udang yang berlaku di Indonesia,” katanya.

Rudy juga mengaku akan menginstruksikan komisi-komisi yang membidangi untuk menindaklanjuti per­soalan bansos. ”Selesai pem­bahasan LKPJ di komisi- ko­misi yang membidangi, saya instruksikan segera meninda­klanjuti. Ini menjadi bahan evaluasi kita bersama agar tidak terjadi hal-hal seperti ini di kemudian hari,”ujarnya.

Baca Juga  Pedagang Kurma dan Kolang-kaling Kebanjiran Rezeki

Sementara itu, Wakil Bu­pati Bogor Iwan Setiawan mengaku akan membuat ko­tak aduan dan tim responsif terkait penyaluran bansos. ”Kita akan membuka kotak aduan. Sangat terbuka, ka­rena kita kontrol. Kami mem­buka kotak aduan di medsos. Rencananya juga kami akan membuat tim bersama inspek­torat tim responsif terkait bansos,”tegas Iwan.

Terkait adanya ancaman kepada masyarakat, Iwan me­minta masyarakat harus be­rani jika benar melaporkan dan jangan takut. ”Kalau ban­tuan warga miskin dipotong dan sudah ada bukti, harus ada sanksi hukumnya. Kalau ada unsur pidana ya laporkan, ini harus menjadi efek jera,”tandasnya. (rex/b/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.