Warga Keluhkan Galian Tanah di Telukpinang

by -

METROPOLITAN – Aktivi­tas galian tanah di Kampung Telukpinang, Desa Telukpi­nang, Kecamatan Ciawi, kem­bali beroperasi. Padahal, galian tanah ini sudah ditutup Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor lantaran banyak pengendara roda dua yang terjatuh dan mengalami kecelakaan tung­gal saat melintas di ruas Jalan Telukpinang-Banjarwaru.

Kembali beroperasinya ga­lian tanah tersebut, mem­buat sejumlah pengguna jalan yang melintas merasa takut kejadian satu bulan lalu te­rulang. Seperti diungkapkan pengendara roda dua yang setiap hari melintasi jalan tersebut, Baharudin.

Ia menyayangkan sikap pe­merintah, baik pemerintah desa, kecamatan hingga Ka­bupaten Bogor, karena mengi­zinkan lagi aktivitas galian tanah yang sudah memba­hayakan pengguna jalan. ”Aneh, sudah tahu gara-gara ada galian tanah itu, banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh, kenapa diizin­kan lagi?” heran Baharudin saat ditemui tak jauh dari lokasi galian tanah.

Baca Juga  Tanah Bekas Galian Tercecer di Jalan Bangbarung Bahayakan Pengendara

Ia juga memastikan keja­dian yang dialami para pengen­dara sepeda motor satu bulan lalu bisa terjadi kembali. Se­bab, di lokasi galian tidak ada kendaraan tangki air yang membersihkan tanah-tanah di jalan.

”Setiap keluar kendaraan pengangkut galian, banyak tanah di jalan karena nempel di ban truk. Pengusaha tidak langsung membersihkan tanah itu malah dibiarkan,” keluhnya.

Pengusaha galian, tambah dia, seharusnya menyediakan truk tangki air atau bisa juga bekerja sama dengan pihak Pemadam Kebakaran (Dam­kar) Ciawi. ”Jadi, setiap truk keluar bawa tanah, langsung disemprot. Biar jalan tidak kotor dan licin oleh tanah,” ujarnya.

Sementara dari pantauan di lokasi galian tanah, puluhan truk besar antre hingga menunggu di ruas Jalan Raya Ciawi-Sukabumi. Sedangkan hingga berita ini diturunkan, dari pengusaha belum ber­sedia memberikan keterang­an. Sebab, setiap kali dikon­firmasi dan didatangi ke lo­kasi galian, pengusaha sedang tidak ada dan hanya para pekerja.

Baca Juga  Warga Buanajaya Tutup Paksa Galian Tanah

Terpisah, Kepala Desa (Ka­des) Telukpinang, Ahmad Rifai, menuturkan, saat ke­celakaan yang dialami pengendara roda dua akibat adanya tanah galian di ruas Jalan Telukpinang-Banjar­waru, pihaknya langsung melakukan tindakan tegas dengan menghentikan akti­vitas kegiatan.

”Karena sekarang kan sudah ada izin dan pengusaha me­naati aturan dengan memasang rambu-rambu pemberita­huan, makanya kegiatan ga­lian tanah dibuka lagi,” pung­kasnya. (wan/b/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *