Warga yang Lapor Pemotongan Bansos Tunai Diancam, Fotonya Disebar

by -

METROPOLITAN.id – Masih ingat dengan beberapa ibu-ibu yang melaporkan dugaan pemotongan uang bantuan sosial (bansos) tunai ke Polres Bogor beberapa hari lalu? Rupanya, setelah itu mereka mendapat ancaman dari orang tak dikenal lewat media sosial Facebook.

“Iya di Facebook itu ada yang ngancem. Ngancemnya dia bilang katanya tandain itu yang lapor BST, diam bukan berarti tidak berani, kita melihat gerak-gerik dia sampai mana, baru kita ambil,” kata salah seorang warga, Indah (30), menirukan ancaman yang diterima, Rabu (21/4).

Namun, Indah mengaku tak mengenal pemilik akun yang dinilai mengancam dan juga menyebarkan foto warga yang melapor polisi tersebut lewat unggahannya.

“Dia pasang foto kita yang lapor kemaren. Orangnya kita gak kenal,” ungkapanya.

Karena merasa terancam, para ibu ini langsung melapor ke Polsek Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (21/4).

Terpisah, Kapolsek Klapanunggal AKP Fadli Amri membenarkan adanya warga yang melapor karena merasa terancam.

Namun, karena sudah ada laporan di Polres Bogor, maka para warga tersebut diarahkan ke Polres Bogor.

Baca Juga  Indra Sjafri Pertahankan Irsan Lestaluhu

“Kita sudah jelaskan bahwa sudah ada laporan di Polres, jadi kami arahkan untuk yang bersangkutan menjadi satu laporan di Polres membantu untuk memberikan kesaksian fakta-fakta di lapangan terkait adanya kasus tersebut,” ujar Fadli Amri.

Terkait adanya ancaman, Fadli mengaku Polsek Klapanunggal akan memberikan keamanan kepada para warga Klapanunggal.

“Supaya beraktifitas dengan normal dan tidak ada intervensi terhadap dugaan-dugaan kasus yang terjadi di wilayah Klapanunggal,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga yang mayoritas adalah kaum ibu mendatangi Polres Bogor, Senin (19/4). Rupanya, mereka yang berasal dari Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor ini bermaksud melaporkan adanya potongan bantuan sosial (bansos) tunai yang mereka terima

Salah seorang warga, Tati Herawati menceritakan, awalnya, ia dan warga penerima bantuan diundang untuk mencairkan bansos tunai di SMP Negeri 1 Klapanunggal.

Di sana, ia dan warga lainnya dikelompokan per dusun dan mengantre untuk menerima bansos tunai Rp600 ribu dari Kantor Pos di lantai atas sekolah.

Baca Juga  Bukber Virtual Bareng Pewarta, Indocement Cerita Soal CSR

Anehnya, ketika ia dan warga lainnya turun dari lantai atas usai menerima uang, ada petugas yang mengarahkan ke ruangan lainnya. Di ruangan tersebut, warga ditanyai nama dan diminta untuk tandatangan.

Ketika ditanya untuk apa tanda tangan tersebut, petugas yang diduga berasal dari desa menjelaskan jika bansos tunai yang diterima warga sebesar Rp600 ribu bakal dialihkan setengahnya. Artinya, warga hanya menerima bansos tunai sebesar Rp300 ribu. Petugas itu pun mengaku potongan ini sudah disepakati namun entah dengan siapa.

Baca Juga  Pemkot Bogor Gandeng Konsultan Prancis Bangun Jalur Trem

“Kami diundang dapat bantuan, kami datang ke sekolahan di gedung SMP 1 Klapanunggal rame-rame. Lalu kami diarahkan per dusun, lalu antre naik ke atas dikasih uang Rp600 ribu dari Kantor Pos. Begitu kami turun semua dari atas, diarahkan ke ruangan, lebih tepatnya digiring seperti bebek. Sampe di ruangan, saya nanya ada apa sambil ditanya nama dan diminta tanda tangan. Saya tanya buat apa? Lalu katanya uang Rp600 ribu dialihkan jadi Rp300 ribu. kok bisa? Katanya udah sepakat, tapi tidak ada pemberitahuan awal,” ujar Tati saat membuat laporan di Polres Bogor bersama warga lainnya.

Baca Juga  Boyong 233 Penghargaan Bergengsi

Menurutnya, petugas sempat mengaku jika alasan bantuan dipotong untuk diberikan kepada warga yang belum pernah mendapatkan bantuan. Sementara Tati sendiri juga belum pernah menerima bantuan sebelumnya.

“Yang kami dapat cuma Rp300 ribu. Hari ini ngelapor ke Polres karena keberatan. Semuanya keberatan. Kalau menurut saya orang yang nggak tau apa apa, harusnya beberapa hari sebelumnya masyarakat dikasih tau dulu bahwa akan ada pemotongan. Kalau gitu mungkin nggak akan kaget. Nah kalo tiba-tiba begini gimana? Rp600 ribu jadi Rp300 ribu itu kami kaget dong,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *