385 Ribu Wisman Masuk Indonesia

by -

METROPOLITAN – Badan Pusat Statistik (BPS) menya­takan, angka kunjungan wi­satawan mancanegara (wis­man) sempat naik 14,54 per­sen pada Maret 2021. Meski begitu, jumlah tersebut jauh menurun jika dibandingkan tahun-tahun sebelum pan­demi Covid-19.

BPS mencatat, jumlah kun­jungan wisman pada Maret 2021 mencapai 132,6 ribu kunjungan. Angka itu turun 72,73 persen bila dibanding­kan periode yang sama pada 2020, yang mencapai 486,16 ribu kunjungan.

Secara kumulatif, pada Ja­nuari–Maret 2021, tercatat ada 385,59 ribu kunjungan wisman. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2,65 juta kunjung­an, jumlah itu turun hingga 85,45 persen.

”Memang ini masih jauh kalau dibandingkan tahun lalu maupun 2019,” kata De­puti Bidang Statistik Distri­busi dan Jasa BPS Setianto, kemarin.

Baca Juga  BBBF 2017 Akan Tonjolkan Ciri Khas

Secara bulanan, jumlah kun­jungan wisman memang ter­catat naik 14,54 persen. Dari 115.800 kunjungan pada Fe­bruari 2021 menjadi 132.600 kunjungan. Dari pintu ma­suknya, 59 persen atau 78.900 turis masuk lewat jalur darat. Kemudian, 40.900 wisman masuk melalui jalur laut dan 12.900 wisman dari jalur udara.

Berdasarkan kebangsaannya, sebagian besar wisman datang dari Timor Leste, yang terca­tat 65.200 kunjungan. Lalu, disusul Malaysia 41.100 kun­jungan, Tiongkok 8.500 kun­jungan, Singapura 2.580 kun­jungan, dan Papua Nugini 2.430 kunjungan.

Menanggapi rilis data BPS mengenai peningkatan kun­jungan wisman ini, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpare­kraf ) Kurleni Ukar menjelas­kan sejauh ini pemerintah belum membuka Travel Cor­ridor Arrangement (TCA) untuk wisman masuk Indo­nesia.

Baca Juga  Keren..Kunjungan Wisman Bulan April Capai 1,14 Juta Orang

Meski demikian, Surat Eda­ran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021 menyebutkan bahwa WNA yang memenuhi ketentuan dalam Permenkum HAM 26/2020 masih diizinkan ma­suk Indonesia.

”Yang diperbolehkan ini untuk tujuan bisnis esensial, diplomatik, dan sebagainya. Tapi, ketentuan (protokol kesehatan, red) yang berlaku harus dipatuhi,” jelas Nike, sapaan Kurleni Ukar.

Di antara mereka yang ma­suk daftar pengecualian ini, jelas Nike, beberapa tetap dihitung sebagai wisman. Alasannya, secara definisi, pengunjung yang datang ke negara lain di luar tempat tinggalnya untuk tujuan ter­tentu selain bekerja, kemu­dian dalam masa kurang dari satu tahun, masih disebut wisman.

Menurut Nike, peningkatan 14,54 persen kunjungan wis­man ini disumbang mereka yang masuk daftar pengecua­lian permenkum HAM. (jp/ feb/run)

Baca Juga  Disneyland Hong Kong Jadi 'Kota Hantu' Akibat Imbas dari Demo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *