Ade Yasin Alokasikan Rp12 Miliar untuk Insentif Nakes

by -
Bupati Bogor Ade Yasin. (Arifin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Program vaksinasi di Kabupaten Bogor masih terus digenjot. Bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menambah insentif untuk Tenga Kesehatan (Nakes) Rp12 Miliar di dalam refocusing anggaran 2021 untuk jumlah target 1,2 juta orang. Hal itu, mengingat target vaksinasi kedepan cukup banyak seperti jemaah haji, tenaga pendidik dan beberapa yang lainnya.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, refocusing yang dilakukan oleh Pemkab Bogor usai dana bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi tak kunjung turun. Karena sebelumnya ada kekurangan anggaran mencapai Rp380 Miliar. Sehingga dilakukan refocsing untuk menambah insentif nakes.

“Estimasinya satu kali suntikan itu Rp10 ribu. Itu dilakikan dengan jumlah target vaksinasi yang mencapai 1,2 juta orang, jadi totalnya Rp12 Miliar,” kata Ade Yasin kepada Metropolitan, Rabu (19/5).

Baca Juga  RZ Unggul Sementara di Polling

Ade Yasin juga berharap program vaksinasi di Kabupaten Bogor dapat diselesaikan dalam waktu dekat ini, setelah vaksinasi yang ditunjukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri telah selesai.

“Sekarang tinggal kekurangannya seperti tenaga pendidik, jemaah haji dan unsur yang lainnya. Karena masih ada beberapa unsur yang tidak mengikuti program vaksinasi tahap pertama,” ujarnya.

Selain itu, Ade Yasin mengaku stok vaksin di Kabupaten Bogor sudah menipis. Namun dalam waktu dekat pihaknya akan mendapatkan kembali stok vaksin sekitar 4.000 vail.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Dedi Syarif menjelaskan, saat ini Kabupaten Bogor masih memiliki stok vaksin sekitar 7.500 vial untuk dosis 35 ribu orang.

Baca Juga  Positif Corona di Kabupaten Bogor Tembus 101 Orang

Ketika pemerintah pusat menhentikan penggunaan vaksin AstraZeneca, Dedi mengaku sangat bersukur karena Pemkab Bogor tidam menggunakan jenis vaksin tersebut. Walaupun menurutnya ia pernah ditawari untuk menggunakan vaksin AstraZeneca.

“Kita menggunakan vaksin sinovac, awal-awal memanh kita pernah ditawari tapi kita menolaknya. Dari awal kita sudah melakukan antisipasi,” paparnya.

Dedi mengklaim jika vaksin yang digunakan Pemkab Bogor berasal dari biofarna. Karena saat ini vaksin tidak didistribusikan dari Dinkes Provinsi, melainkan ke Biofarma lalu distribusikan oleh APL ke Kabupaten-Kota. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *