Ambil Alih Pasar TU, Bima Arya: Bukan Semata-mata Pendapatan

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ist)

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya menyikapi terkait pengelolaan Pasar Teknik Umum (Pasar Induk Kemang) yang sudah diambil alih Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dalam hal ini Perumda Pasar Pakuan Jaya.

Menurut Bima Arya, pengambil alihan pasar TU ini bukan semata-mata untuk meraih Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melainkan, bagaimana pemerintah hadir memberikan pelayanan kepada warga dsn publik.

“Bukan semata-mata pendapatan saja, tapi ini pelayanan kepada warga dan publik juga, kita ingin warga berbelanja dengan nyaman,” kata Bima Arya.

Pada kesempatan ini, Bima Arya menuturkan pihaknya akan fokus terhadap penataan di Pasar TU. Mulai dari persoalan sampah, pedagang dan lain sebagainya.

Baca Juga  Kurangi Beban Kota, Rerouting Angkot Resmi Diluncurkan

“Pelan-pelan, yang penting sistemnya kita rapihkan dulu, mulai dari sampahnya, pedagangnya dan semuanya, yang penting kita rapihkan dulu pengelolaannya setelah itu baru keliatan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi mengambil alih pengelolaan Pasar Teknik Umum (Pasar Induk Kemang) per Senin (17/5). Pengelolaan yang sebelumnya dikelola PT Galvindo Ampuh nantinya akan dilakukan BUMD Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor.

Pengambil alihan pengelolaan Pasar TU sendiri dilakukan secara simbolik dengan menggelar apel gabungan di lokasi pasar. Turut hadir sejumlah aparat keamanan dari TNI Polri yang dilibatkan dalam pengambil alihan operasional pasar ini.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pengambil alihan pengelolaan Pasar TU dilakukan karena sudah menjadi kewajiban Pemkot Bogor untuk melaksanakan tugasnya, yakni melakukan operasional untuk pasar rakyat yang secara aturan berada di bawah kendali pemerintah daerah.

Baca Juga  Korsel Bantah Tudingan Korut Terkait Pembunuhan Kim Jong-nam

“Hari ini sesuai dengan langkah yang sudah kita ambil dengan proses mulai dari pembentukan tim pengambil alihan operasional, maka perhari ini kita melaksanakan pengambil alihan pasar TU Kemang setelah tertunda 14 tahun,” kata Dedie di lokasi, Senin (17/5).

Kelanjutannya, sambung Dedie, tentu secara normatif pihak PT Galvindo harus mau berkomunikasi secara intens dengan Pemkot Bogor. Karena mau tidak mau yang dilakukan ini bersinggungan satu dengan yang lain.

“Nah kita ingin melihat niat baik dari pihak Galvindo untuk melaksanakan langkah-langkah bersama untuk menuju perbaikan Pasar TU Kemang ini, itu yang paling pokok dan penting kita laksanakan hari ini,” ucapnya.

Kalau syarat yang harus dipenuhi lainnya, dilanjutkan Dedie, yang pasti pihaknya ingin melaksanakan operasionalisasi pasar yang properlah dari berbagai segi. Karena, lihat saja lingkungan Pasar TU saat ini tidak tertata, jalanan bolong, becek, saluran air tersumbat serta sampah menumpuk.

Baca Juga  Cuma Empat Wilayah se-Jabar diaudit BPK Soal Anggaran Covid-19, Termasuk Kota Bogor, Bima Selow

“Hal-hal ini tidak sehat makanya pemerintah perlu ikut campur menangani pengelolaan pasar saat ini,” imbuh Dedie.(rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.